Beranda > Nasional > Wapres UIN Jakarta Ragukan Komitmen Jokowi Jaga Demokrasi

Wapres UIN Jakarta Ragukan Komitmen Jokowi Jaga Demokrasi

Suaranesia.co-Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (Dema-UIN) Riski Ari Wibowo ragukan komitmen Presiden Joko Widodo untuk menjaga iklim demokrasi di Indonesia. Pasalnya, demonstransi yang digelar mahasiswa, pada Senin, (30/09) di Senayan, DPR-RI kembali ricuh.

Riski Ari Wibowo mengatakan, beberapa hari yang lalu Presiden Jokowi mengundang lebih dari 30 tokoh kebangsaan ke Istana Merdeka,Kamis (26/09) lalu. Dihadapan mereka Presiden Jokowi menegaskan komitmennya dalam menjaga iklim demokrasi di Indonesia, termasuk menjamin kebebasan menyampaikan pendapat. Namun pada kenyataannya hari ini justru dijawab dengan kekerasan, intimidasi, dan beberapa aksi penangkapan aktivis,

“Apa yang disampaikan Presiden Jokowi dengan realita dilapangan sangat berbanding terbalik. Hari ini kita bisa lihat aksi unjuk rasa mahasiswa menyampaikan pendapat kembali diwarnai dengan kekerasan dan intimidasi”-ucap Riski Ari Wibowo (30/09)

Riski Ari Wibowo Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Jakarta

Riski mengungkapkan, pedahal dalam protes yang diajukan oleh mahasiswa dan cukup jelas. Tuntutan kita mendesak Pemerintah untuk memenuhi beberapa tuntutan. Diantaranya, Menuntut Anggota DPR untuk membatalkan RUU jalur cepat padahal tidak Program Legislasi Nasional (Prolegnas), Tolak RUU KUHP ngawur yang merugikan rakyat, mendesak Presiden Jokowi membuat Perppu untuk membatalkan Undang Undang (UU) KPK, meminta pertanggung jawaban Kepolisian atas jatuhnya korban aksi.

Baca juga  Lagi, FODMA Desak KPK Usut Keterlibatan Eks Pejabat Jaksa Agung Dalam Kasus Dana Hibah KONI

“Poin dari tuntutan Mahasiswa jelas merupakan antitesis dari ngawurnya Pemerintah menjelang masa akhir jabatannya. Beberapa RUU jelas sangat bermasalah dan merugikan rakyat Indonesia”,

Lanjut Ia mengatakan, Presiden Jokowi juga meminta Menristek agar mahasiswa tidak lagi melakukan unjuk rasa dengan menekan Rektor dan memberikan Sanksi kepada Dosen yang membiarkan aksi mahasiswa.
Riski Ari Wibowo menilai tindakan membuat banyak keraguan publik yang musti dijawab bicara soal komitmen Presiden Joko Widodo dalam menjaga demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu Riski mendesak Presiden Jokowi melakukan koreksi dan evaluasi.

“Kejadian hari ini memaksa Presiden Jokowi harus melakukan koreksi dalam pemerintahannya selama lima tahun kebelakang, dan melakukan evaluasi untuk membangun dan merawat bangsa Indonesia kedepan”,

Wakil Presiden Dema-UIN ini berharap, hasil dari evaluasi lima tahun pemerintahan Jokowi melahirkan pemerintahan yang bersih, bermartabat, dan mampu merawat tenun demokrasi yang sudah dibangun dengan keringat dan darah.-tutupnya (Adm)

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Kordinator Aliansi Relawan Jokowi Harapkan Menteri Berkinerja Buruk Dievaluasi dan Diresuffle

SUARANESIA.CO Jakarta – Kordinator Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Aidil Fitri menilai satu tahun pemerintahan Joko …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: