Beranda > Foto > Tutup Usia, Ini Prestasi Mantan Panglima TNI Jend (Purn) Djoko Santoso

Tutup Usia, Ini Prestasi Mantan Panglima TNI Jend (Purn) Djoko Santoso

SUARANESIA.CO- Kabar duka datang dari keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI), mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Djoko Santoso tutup usia pagi ini,

Minggu (10/05) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.

Djoko Santoso meninggal dunia di usia 67 tahun. Sebelum meninggal, Ia sempat dirawat di RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat. Sebelumnya, Djoko Santoso dikabarkan meninggal setelah mengalami pendarahan otak.

Menurut keterangan Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Brigjen TNI dr Budi Sulistya, Djoko Santoso meninggal dunia karena stroke. “Beliau (alm Djoko) dirawat sejak Sabtu (2/5) lalu karena mengalami stroke. Beliau meninggal bukan karena Covid-19, tetapi karena stroke berat yang dideritanya,” kata Brigjen TNI Dr Budi kepada redaksi saat dihubungi. Minggu (10/05)

Budi Sulistya pun enggan memaparkan lebih jauh, apakah kematian Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso itu terjadi usai operasi pendarahan otak. “Beliau meninggal karena stroke berat,” katanya lagi.

Jenazah Djoko Santoso akan disemayamkan di rumah duka, Jalan Bambu Apus Raya No. 100, Jakarta Timur. Jenazah akan mulai diberangkatkan ke San Diego Hills pukul 13.00 dengan diawal upacara yang dipimpin KSAD. Selanjutnya, jenazah akan tiba di San Diego Hills pada pukul 15.00 dan akan mulai dimakamkan.

Baca juga  Wajah Baru Ditubuh Kumandang Banten

Sesuai keinginan pihak keluarga, mantan ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu tidak akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Melainkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) San Diego Hill, Karawang, Bekasi. Upacara pemakaman akan dipimpin langsung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

Duka atas meninggalnya mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso turut dirasakan segenap keluarga besar TNI tanpa terkecuali. Termasuk, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang turut menyampaikan duka cita.

“Panglima TNI beserta Keluarga Besar TNI turut berduka cita atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso (Panglima TNI periode tahun 2007-2010). Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT,” tulis akun Pusat Penerangan TNI dalam akun Twitternya, Minggu (10/05).

Sementara itu, seluruh satuan jajaran TNI Angkatan Darat telah diperintahkan untuk mengibarkan bendera setengah tiang. Pengibaran itu merupakan bentuk penghormatan dan duka mendalam atas wafatnya mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Djoko Santoso.

“Sebagai bentuk penghormatan, seluruh satuan jajaran TNI atau TNI Angkatan Darat mulai hari ini mengibarkan bendera setengah tiang,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel Inf Nefra Firdaus seperti dikutip di website resmi milik TNI AD.5).

Baca juga  Tanpa Gejala, Anggota Polisi di Kepulauan Riau Kena Virus Corona

Kolonel Nefra menjelaskan bahwa jenazah mantan KSAD itu akan dibawa ke rumah duka di Jalan Bambu Apus Raya Nomor 100, RT 12/03 Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

Jenazah akan mulai diberangkatkan ke San Diego Hills pukul 13.00 dengan diawal upacara yang dipimpin KSAD. Selanjutnya, jenazah akan tiba di San Diego Hills pada pukul 15.00 dan akan mulai dimakamkan. Upacara pemakaman akan dipimpin langsung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Jenderal Djoko Santoso menempuh pendidikan sekolah tinggi menengah di SMAN 1 Surakarta. Kemudian, pria yang lahir pada 8 September 1952 ini mendaftar ke Akademi Militer dan lulus di tahun 1975. Selepas itu, ia aktif menjadi seorang TNI dan berdinas di Kostrad. Ada banyak posisi yang ia pegang sebelum menjadi panglima TNI.

Nama Djoko Santoso semakin bersinar saat ia menjabat sebagai Komandan Yonif Linud 330/Kostrad di tahun 1990. Setelah itu ia juga pernah menjadi Assospoldam Jaya di tahun 1995 hingga Panglima Kodam Jaya pada tahun 2003.

Di tahun 2005, ia naik jabatan menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Setelah itu, di tahun 2007 dipercaya menjadi Panglima TNI di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga tahun 2010. Selain aktif dalam dunia militer dan politik, ia diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBSI. Kala itu ia menjabat selama 4 tahun dari 2008 hingga 2012.

Baca juga  Pemimpin Ideal Kalteng, FORPEKA: Harus Memiliki Integritas dan Jiwa Melayani Masyarakat

Setelah pensiun dari dunia militer, Jenderal (Purn) Djoko Santoso bergabung dengan Partai Gerindra di tahun 2015. Bahkan, ia masuk ke dalam struktur dewan pembina partai. Pada pemilu 2019 kemarin, ia juga dipercaya menjadi Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (HM/Kombinasi)

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

PSDH : Laporan Pemkot Baubau Terhadap Aktivis KAKP adalah Pemberangusan Terhadap Kebebasan Berpendapat.

Rilis Pers Pusat Studi Hukum & Demokrasi Sultra (PSDH) Negara Demokrasi memberi jaminan kepada setiap …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: