Beranda > Umum > SOPREMASI : Sudah Amankah Vaksin Sinovac Untuk Masyarakat Indonesia?

SOPREMASI : Sudah Amankah Vaksin Sinovac Untuk Masyarakat Indonesia?

Rabu (13/1/2021). Vaksin yang diproduksi oleh Sinovac pertama kali disuntikkan ke presiden Jokowi Dodo sebagai bentuk demonstrasi bahwa vaksin tersebut tidak berbahaya bagi tubuh manusia. Sebagai informasi bahwa setiap produksi vaksin harus melalui tehapan pengujian yang dilakukan oleh lembaga otoritas tertentu.

Sementara diketahui, sampai hari ini perusahaan “Sinovac Biotech” sebagai produsen belum mengantongi hasil uji klinis, baik dari otoritas pemerintah China maupun “World Healt Organization” untuk gunakan sebagai antibiotik terhadap Covid-19.

Hal tersebut dibuktikan oleh belum adanya publikasi resmi dari WHO yang menyatakan bahawa vaksin Sinovac layak untuk di gunakan.
Dari fakta di atas kemudian menimbulkan dugaan-duagaan negatif dari berbagai pihak.

Selasa (12/1/2021) Solidaritas Pergerakan Mahasiswa Indonesia (SOPREMASI) melakukan kajian dan mendapatkan beberapa temuan diantaranya, Mereka menyoalkan terkait pemerintah Indonesia yang berani men-drive vaksin yang belum 100% teruji.
SOPREMASI berpendapat bahwa kerja sama antara “Sinovac Biotech” dengan pemerintah Indonesia dalam rangka vaksinasi cacat secara mekanisme.

“Pasalnya belum ada uji fase tahap 3 tetapi vaksin sudah ada di indonesia apa namanya kalau bukan terburu-buru” kata Ketua Umum SOPREMASI, Muldiansyah.

Baca juga  Larang Gelar Natal, Begini Pertanyaan Sikap DPP GAMKI

Dalam diskusi itu SOPREMASI menyentil terkait 50% standar klinis vaksin Sinovac yang belum diberikan oleh WHO sebagai legalitas internasional.
Selain itu pemerintah juga belum mengidentifikasi terkait efek samping vaksin terhadap mereka yang mengidap penyakit bawahan.

Selanjutnya muldiansyah “Lalu bagaimana dengan orang-orang yang memiliki penyakit bawahan ketika di vakis,belum. Toh standarisasi internasional aja belum selesai”

Dengan langkah pemerintah yang terkesan buru-buru, tidak adanya transfaransi informasi secara publik dan terkesan dipaksakan terkait vaksin Sinovac dari perusahaan Sinovac Biotech yang berasal dari China.

“Kami berharap vaksinasi yang terkesan di paksakan tidak merugikan masyarakat dan menjadi alat pembunuh masal.” Tegasnya

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Dipanggil Dinas DPMPD Pandeglang Soal Transparansi Penerima BLT Desa, Kepala Desa Idaman Belum Juga Berikan Data

PANDEGLANG- Aneh Sampai Di Panggil Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang pihak …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: