Beranda > Foto > Soal Penyiraman Novel Baswedan, IAAC Minta Polri Transparan

Soal Penyiraman Novel Baswedan, IAAC Minta Polri Transparan

 

SUARANESIA.CO,- Institute for Action Against Corruption memberikan apresiasi pada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang berhasil mengungkap kasus penyiraman terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

Direktur Eksekutif, Dodi Lapihu dalam keterangan persnya, Jumat (03/01) mengatakan, Pimpinan KPK bersama Polri harus berkomitmen atas jaminan terhadap keamanan personil KPK.

“Hal ini kami anggap penting karena, personil KPK seringkali mendapatkan intimidasi dan teror dalam menjalankan tugasnya,” kata Dodi dalam keterangan persnya.

Menurut Dodi, temuan Tim Gabungan yang dibentuk oleh Kapolri pada beberapa bulan lalu, harus ditindaklanjuti.

Sebab, sambung Dodi, pada laporan tersebut sempat disebutkan bahwa, penyerangan terhadap Novel Baswedan berkaitan dengan kasus-kasus yang ditangani KPK.

“Kami mendorong agar Polri mengedepankan Tranparansi Profesionalitas Polri dalam mengungkap kasus tersebut” kata Dodi.

Berikut ini enam pernyataan Institute for Action Against Corruption, seperti diterima redaksi SUARANESIA.CO, Jumat (03/01).

Pertama, IAAC memberikan apresiasi kepada Polri atas penangkapan terhadap pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Kedua, Mendorong Polri untuk bekerja secara transparan dan profesional untuk mengungkap motif dan aktor intelektual di balik kasus tersebut.

Baca juga  Presiden Jokowi: Kerja Keras dan Dobrak Rutinitas

ketiga, Mendorong Pimpinan KPK yang baru dilantik bersama Polri untuk berkomitmen atas jaminan terhadap keamanan personil KPK. Hal ini kami anggap penting karena personil KPK seringkali mendapatkan intimidasi dan teror dalam menjalankan tugasnya.

Keempat, Walaupun bukan merupakan bukti hukum, temuan Tim Gabungan yang dibentuk oleh Kapolri perlu ditindaklanjuti. Dalam laporan tersebut sempat menyebutkan bahwa penyerangan yang dilakukan pada Novel Baswedan berkaitan erat dengan kasus-kasus yang ditanganinya sebagai penyidik KPK.

Kelima, Mendorong Tranparansi Profesionalitas Polri dalam mengungkap kasus tersebut.

Keenam, Menyerukan kepada masyarakat sipil agar terus mengawal perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. (Haji Merah).

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Kisruh UU Cipta Kerja: Aktivis Ancam Kepung Reses Anggota DPR Willy Aditya dan Ach Baidowi

Madura- Sejumlah aktivis penolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang berasal dari Madura menyerukan untuk …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: