Beranda > Bisnis > SIMPUL Dukung KPK, Periksa PT Sugar Group Companies di Lampung
Mahasiswa dan Pemuda Unjuk Rasa soal PT SGC Lampung

SIMPUL Dukung KPK, Periksa PT Sugar Group Companies di Lampung

suaranesia.co, – Perusahaan terkemuka di Indonesia bernama PT Sugar Group Companies (SGC) saat ini kembali dibidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran tidak memiliki izin usaha. Bodongnya perizinan PT Sugar Group Companies tersebut terdiri dari perizinan perkebunan pajak alat berat serta pajak air dan tanah tersebut menjadi atensi khusus lembaga anti rusuah di Lampung.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi itu, jumlah besaran pajak yang dibayarkan PT Sugar Group Companies kepada negara tidak sesuai dengan izin operasi perusahaan tersebut.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Laode M Syarif mengatakan, apabila ditemukan pelanggaran, maka PT Sugar Group Companies harus ditutup. Sebab, kata Laode menambahkan, semua regulasi harus sesuai dengan hukum dan memenuhi syarat perundang-undangan agar tidak merusak lingkungan.

“Sebab semua regulasi diupayakan harus diikuti oleh pihak koorporasi. Apapun investasinya harus sesuai koridor hukum dan memenuhi syarat agar tidak merusak lingkungan.” Kata Laode seperti dikutip redaksi dari kupastuntas.com, Rabu (11/09).

Menanggapi hal tersebut, Rosim selaku Ketua Serikat Mahasiswa dan Pemuda Lampung menegaskan, kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan PT Sugar Group Companies sudah menjadi rahasia umum. Pasalnya, kata Rosim, perusahaan yang memproduksi gula itu tidak mengelabui negara, akan tetapi juga sudah mengelabui masyarakat adat Lampung terutama mengenai sengketa lahan.

Baca juga  Memahami Risiko Investasi di Reksa Dana

“Langkah KPK ini luar biasa, Tidak hanya membidik kepala daerah yang terjaring korupsi. Tetapi juga menyoroti kejahatan korporasi yang terjadi ditanah Lampung.” Kata Rosim.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi saat ini telah membentuk tim untuk menangani persoalan surat izin pengambilan air tanau (SIPA). Hal itu dilakukan tim KPK melalui tim koordinasi dan supervisi pencegahan (Korsupgah) wilayah III dengan Pemerintah Provinsi Lambung beberapa waktu lalu.

“Saya kira ini adalah komitmen KPK untuk menegakan hukum, dan menciptakan negara yang bebas dari pihak-pihak yang merugikan. Ini bukan hanya berurusan dengan negara saja, tetapi juga dengan masyarakat soal lahan selama berpuluh-puluh tahun tak tuntas. Kita dukung langkah KPK hingga mengusut sampai tuntas” Kata Rosim

Berdasarkan hasil kajian Serikat Mahasiswa dan Pemuda Lampung (Simpul), luas lahan yang digarap oleh PT Sugar Group Compnies masih bermasalah dan itu merugikan negara. Terdapat indikasi-indikasi yang menyebabkan negara rugi, seperti besaran PPN, PPh, BPHTB, Retribusi Gula, Retribusi Air Tanah dan Retribusi Alat Berat, yang dominan cenderung pada kejahatan korporasi.

Baca juga  Diskusi Bersama Menteri ATR/Kepala BPN, GAMKI Dukung Program Sertifikasi Rumah Ibadah

“Ada hal yang paling besar lagi sebetulnya, yang itu berhubungan langsung dengan kejahatan korporasi. Selain pajak air tanah.” Tegas Rosim.

Senada dengan Rosim, Kader Himpunan Mahasiswa Islam yang saat ini menjabat sekretaris di Serikat Mahasiswa dan Pemuda Lampung, Rizki Hendarji Putra menambahkan, keberadaan PT Sugar Group Companies selain bergerak dibidang produksi gula, juga ikut mengintervensi kontestasi politik lokal terutama di Provinsi Lampung.

“Selain berdampak terhadap ekonomi dan sosial masyarakat, PT SGC juga berdampak terhadap dinamika politik di Lampung.” Kata Rizki.

Lebih jauh, Ia menjelaskan bahwa, “PT SGC (Sugar Group Companies) juga menjadi penyokong dana kampanye para kandidat bupati maupun gubernur di Lampung. Keterlibatan PT SGC dalam kontestasi politik memiliki misi tersebung yang tak lepas dari keberlangsungan hidup perusahaan itu.” Kata Rizki. (Haji Merah)

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Pengamat: PR Tim Penanganan Covid-19, Kampanye Edukasi Publik Adaptasi Kebiasaan Baru Melalui Ruang Publik Kampanye Edukasi Publik Adaptasi Kebiasaan Baru Melalui Ruang Publik

Jakarta – Pemerhati Sosial Rapindo Hutagalung yang juga aktivis Gerakan Alumni Universitas Indonesia (UI) for …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: