Beranda > Foto > Sebanyak 1.544 Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim Dilaporkan Ke Komisi Yudisial

Sebanyak 1.544 Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim Dilaporkan Ke Komisi Yudisial

 

SUARANESIA.CO – Komisi Yudisial alias (KY) mencatat, telah menerima sebanyak 1.544 laporan masyarakat dan 891 surat tembusan periode 2 Januari-
23 Desember 2019. Laporan dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim tersebut paling banyak disampaikan melalui jasa pengiriman surat sebanyak 893 laporan.

Pelapor itu juga datang langsung ke Kantor Komisi Yudisial sebanyak 286 laporan. Adapun penyampaian laporan lainnya menggunakan fasilitas pelaporan online sebanyak 281 laporan. Selain itu, Komisi Yudisial juga menerima informasi (84 laporan) atas dugaan pelanggaran perilaku hakim yang kemudian ditindaklanjuti oleh Komisi Yudisial.

Berdasarkan jenis perkara, masalah perdata mendominasi laporan yang masuk ke KY, yaitu 686 laporan. Untuk perkara pidana berada di bawahnya dengan jumlah laporan 464 laporan. Selain itu, ada juga pengaduan terkait perkara agama (90 laporan), Tata Usaha Negara (82 laporan), Tipikor (50 laporan), pemilu (36 laporan), perselisihan hubungan industrial (34 laporan), dan lingkungan (30 laporan).

Berdasarkan jenis badan peradilan yang dilaporkan, laporan terhadap peradilan umum sangat mendominasi, yaitu sebanyak 1.156 laporan. Rinciannya, yaitu Mahkamah Agung sejumlah 115 laporan, Peradilan Agama sejumlah 89 laporan dan Peradilan Tata Usaha Negara sebanyak 77 laporan. Ada juga peradilan Tipikor, PHI, niaga hingga militer walau jumlahnya tidak begitu signifikan.

Baca juga  Maulana Azka Siapkan 7 Program Inovatif untuk PMII Komfuspertum, Apa saja?

Laporan ini seluruhnya diterima KY dari 34 Provinsi di Indonesia. Untuk 10 provinsi yang terbanyak menyampaikan laporan ke KY secara berturut-turut adalah: DKI Jakarta sebanyak 327 laporan, Jawa Timur sebanyak 188 laporan.

Sumatera Utara sebanyak 133 laporan, Jawa Barat sebanyak 132 laporan, Jawa Tengah sebanyak 123 laporan, Sulawesi Selatan sebanyak 55 laporan, Riau sebanyak 51 laporan, Sumatera Selatan sebanyak 49 laporan, Banten sebanyak 41 laporan, serta Sulawesi Utara dan NTT sebanyak 38 laporan.

Tidak semua laporan dapat dilakukan proses sidang pemeriksaan panel atau pleno, karena laporan yang masuk perlu diverifikasi kelengkapan persyaratan (telah memenuhi syarat administrasi dan substansi) untuk dapat diregistrasi. Pada tahun 2019 ini, KY menyatakan laporan yang memenuhi persyaratan sebanyak 224 laporan.

Laporan lain tidak dapat diproses oleh Komisi Yudisial karena tidak memenuhi persyaratan, yaitu laporan bukan kewenangan Komisi Yudisial dan diteruskan ke instansi lain atau Badan Pengawasan MA, pelapor tidak menggunakan identitas yang sebenarnya, dan lainnya. (Haji Merah).

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

SEMMI Pandeglang Laporkan Oknum Yang Diduga Sunat Dana PIP

PANDEGLANG- Ketua Umum Sarekat Mahasiswa Muslimin (SEMMI) Cabang Pandeglang melaporkan kasus indikasi korupsi Propgram Indonesia …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: