Beranda > Nasional > Salah Satu Petani Kopra Yang Menuntut Kenaikan Harga Kopra Patah Tulang Rusuk

Salah Satu Petani Kopra Yang Menuntut Kenaikan Harga Kopra Patah Tulang Rusuk

SUARAnesia.co, Halmahera Utara – Korban penganiayaan, Haiyun Galela, yang dilakukan gerombolan preman dan aparat Satpol PP  yang videonya viral di Medsos, saat unjuk rasa di Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), Rabu (28/11/2018),  meminta Pemerintah Daerah Halmahera utara menaikkan harga kopra, ternyata korban menahan kesakitan lantaran mengalami patah tulang pada bagian rusuk.

Korban saat ini merintih kesakitan dan hanya terbaring lemas di rumahnya di Desa Igobula, Kecamatan Galela Selatan, Kabupaten Halut. Korban belum menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum (RSU) Tobelo, lantaran tidak memiliki biaya untuk berobat.

Korban penganiayaan Haiyun Galela, saat di temui Sabtu (01/12/2018) mengatakan, meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku penganiayaan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Saya tidak minta banyak hanya meminta kepada polisi agar menangkap mereka, karena tindakan mereka sudah melebihi batas,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

Korban yang keseharian sebagai petani kopra itu, meminta lembaga bantuan hukum untuk mendampinginya jika masalah tersebut diproses hukum. korban juga berharap polisi segera mencari pelaku penganiayaan.

Baca juga  Refleksi Akhir Tahun, PP GMKI : Rapor Merah 100 Hari Pemerintahan Edy Rahmayadi

“Saya hanya meminta kepolisian agar menangkap para pelaku agar supaya kejadian ini jangan lagi terulang, cukup saya dan adik saya saja yang jadi korban,” tuturnya.

Dalam video amatir berdurasi 1:29 detik itu terlihat jelas salah satu masa aksi bernama Haiyun Galela, Weaga Igobula, Kecamatan Selatan, Halmahera Utara, menjadi korban pengeroyokan gerombolan preman. Pria paruh baya itu terlihat tak mampu berbuat apa-apa karena dikeroyok hingga terjatuh di jalan.

Selain korban Haiyun yang sempat terekam video amatir itu, adapun korban penaganiyaan lain yang di lakukan gerombolan anggota Satpol-PP Pemda Halut bernama Anda Galela, yang merupakan adik kandung dari korban Haiyun Galela. Kedua dianiayaya secara bersamaan saat melakuakan unjuk rasa kenaikan harga kopra.

Foto : Aparat Kepolisian dan Satpol PP menghadang Massa Petani Kopra dengan Senjata lengkap dan Kayu. (Istimewa)

Melihat berbagai video tersebar diberbagai media, Akademisi Hukum Tata Negara, Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) Jakarta, Andy Wiyanto, menyayangkan tindakan Aparat Kepolisian dan Satpol PP dalam pengamanan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh petani kopra sehingga meninbulkan banyak korban.

Baca juga  Warga Binaan Rutan Cilodong Rayakan Kemerdekaan

“aksi demonstrasi yang dilakukan oleh kelompok petani kopra dalam menyampaikan pendapat di depan kantor Bupati Halut, merupakan aktifitas yang dilindungi negara. Kepolisian berwajib melindungi hak-hak mereka bukan malah melakukan tindakan anarki, semua warga bebas menyatakan pendapatnya” ujar Andi saat di konformasi melalui Whatsapp, jakarta (Minggu (2/12/2018)

“Setelah melihat video yang beredar, Saya jadi bingung masa alat negara seperti Satpol-PP melakukan hal sehina itu, padahal apa yang dilakukan para petani sesuai perintah Undang-Undang no 9 tahun 1998, harusnya mereka (aparat kepolisian dan Satpol PP)  itu tau diri dan malu terhadap para petani, karena jangankan honor mereka, pentungan mereka saja dibeli dengan uang negara yang terkumpul ke kas daerah dikasih secara ikhlas oleh petani melalui pajak,” katanya.

Selain itu kata Andi, unjuk rasa petani kopra harusnya mendapat perlindungan dan pengawalan dari alat negara terutama pihak kepolisian, sebab dalam konsep dasar bernegara di Indonesia, fungsi utama polisi yakni, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, terutama para petani kopra yang melaksanakan wujud unjuk rasa dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana yang dijamin UU no 9 tahun 1998. (SN)

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Wawancara Ekslusif Bersama Jendral Moeldoeko Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-KH Maruf Amin

Bogor – Berikut keterangan pers dari Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, yang diterima wartawan senior …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: