Suaranesia.co JAKARTA,– Menteri Hukum dan HAM resmi keluarkan Surat Keputusan (SK) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sebagai badan hukum. Partai politik buatan para Eks PKS ini sudah resmi menjadi salah satu partai politik di Indonesia. Selasa (19/5/20).

Setelah melalui tahap verifikasi administrasi dan faktual selama satu bulan lebih, akhirnya Kemenkumham mengeluarkan SK dengan bernomor M.HH-11.AH.11.01 tahun 2020.

“Kami mendapatkan kabar dari Pak Menteri Yasonna H. Laoly bahwa SK Menkumham untuk Partai Gelora sudah ditandatangani. Insya Allah setelah lebaran akan dilakukan eremoni penyerahan SK dari Menkumham kepada Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, M. Anis Matta,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Gelora , Mahfudz Siddiq dalam keterangannya.

Ia mengatakan bahwa Partai Gelora sudah resmi mendaftarkan diri ke Kantor Kementerian Hukum dan HAM untuk menjadi Partai Politik pada tanggal 31 Maret 2020 lalu. Selain mendaftarkan kepengurusan pusat, didaftarkan juga 34 kepengurusan tingkat provinsi, yaitu Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), sebanyak 484 kepengurusan tingkat kabupaten/kota, yaitu Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan kepengurusan tingkat kecamatan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

Baca juga  Kebijakan Pemkot Bekasi Soal Kesehatan Belum Jelas dan Pasti

Dilain tempat, Baroto selaku Direktur Tata Negara Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham menyatakan, bahwa proses verifikasi administrasi Partai Gelora selesai pada tanggal 21 April dan verifikasi factual 11 Mei lalu.

“Untuk penyerahan SK Menkumham nantinya akan dilakukan melalui pertemuan virtual,” ujar Baroto.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, M. Anis Matta mengatakan sangat menyambut baik atas diterbitkannya SK Menkumham tersebut. Ia mengatakan bahwa partainya saat ini lahir ditengah krisis.

“Tugas besar kami membangun gelombang solidaritas rakyat untuk mampu keluar dari krisis, dan selanjutnya membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan utama dunia,” kata Anis Matta.

Partai yang diinisiasi dan dipimpin oleh Anis Matta dan banyak Eks kader PKS lainnya, dimana beberapa mantan petinggi PKS pun ikut bergabung seperti Fahri Hamzah dan Mahfudz Siddiq.

Begitu pun Triwisaksana yang menjabat sebagai salah satu Anggota Majelis Syuro PKS turut serta nyebrang bergabung dengan para sahabat lainnya ke Partai Gelora Indonesia, Ia mengatakan sudah mengundurkan diri dari kepengurusan PKS sejak 9 November 2019. (Ed/ki)

Baca juga  Sapu Bersih Gold Medals, Cabor Pencak Silat Dinilai Ada Kejanggalan