Beranda > Regional > Refleksi Akhir Tahun, PP GMKI : Rapor Merah 100 Hari Pemerintahan Edy Rahmayadi

Refleksi Akhir Tahun, PP GMKI : Rapor Merah 100 Hari Pemerintahan Edy Rahmayadi

Suaranesia.co, Medan – Lebih dari 3 bulan yang lalu Sumatera Utara memiliki gubernur baru. Jokowi resmi melantik Gubernur Sumatera Utara 5 september 2018 dibawah pimpinan Letjen Purn. Edy Rahmayadi dan musa rajeksyah yang secara sah memenangkan Pilkada Sumatera Utara 2018.

Dengan semangat baru, Edy Rahmayadi menyiapkan program prioritas pada 100 hari pertama menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara. Edy memprioritaskan masalah ketenagakerjaan dan pendidikan.

Permasalahan tenaga kerja dan sumber daya manusia mendorong Bapak Edy untuk fokus mempelajari tentang ketenagakerjaan dan peningkatan kualitas pendidikan di Sumatera Utara melihat persoalan ini penting untuk membangun rakyat. Selain ketenagakerjaan dan pendidikan, Edy juga memprioritaskan tiga program lainnya. Ketiganya adalah kesehatan, infrastruktur, dan pertanian.

Melihat kinerja Edy dan Musa dalam 100 hari masa kerja, Gito M Pardede selaku Pengurus Pusat GMKI Koordinator Wilayah I Sumut-NAD mengatakan, semua hal yang dijanjikan gubernur sebagai program kerja 100 hari nya tentu menjadi prioritas yang harus di kerjakan, disinilah letak kepercayaan masyarakat akan pemerintahan yang serius, baik dari tata kelola nya hingga pelaksanaan program utama, dan kita sebagai masyarakat Sumatera Utara tau bagaimana perjalanan pemerintahan hari ini.

Baca juga  Ketika Anak Aceh Merasa Lebih Papua

“Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Sumatera Utara dan kita rakyat Sumatera Utara tentu sangat menunggu waktu ini, 100 hari pemerintahan Edy rahmayadi belum memperlihatkan perubahan dari apa yang di rencana kan sebagai program 100 hari bapak gubernur. Belum ada perubahan fisik maupun non fisik dalam segi pembangunan. Ini perlu kita perhatikan,”  ujar gito saat dikonfirmasi di kantor GMKI, jalan Iskandar Muda No 107 A, Medan, Senin (31/12/2018)

Kami (GMKI-Red) melihat untuk sektor pendidikan dan ketenaga kerjaan bapak edy sama sekali belum memperlihatkan perubahan perubahan yang signifikan dalam memperbaiki SDM di Sumatera Utara. Bagaimana keterlibatan  Pemprov dalam memberikan perhatian ke seluruh jenjang pendidikan. Begitu juga di perguruan tinggi belum ada terlihat, apalagi tingkat dasar dan menengah. Tidak ada perubahan

Dibalik semua kontroversial bapak gubernur, rakyat Sumatera Utara menunggu kinerja nyata dari gubernur edy rahmayadi untuk fokus memperbaiki tatanan masyarakat dan birokrasi di pemerintahan dari desa sampai kekota.

“Gubernur Edy memang kontroversional. Apa yang dilakukan bapak gubernur selalu menjadi perbincangan. Tapi kami sebagai aktifis mahasiswa tetap fokus mengawal pemerintahan. Bapak gubernur belum berbuat apa apa. Lebih dari 3 bulan setelah dilantik penilaian rapor bapak edy masih rapor merah” tutur gito pardede kepada awak media.

Baca juga  HMB Jakarta Minta KPK dan Polda Turun Gunung Ikut Awasi Proses Rapid Test Corona di Banten

Gito menambahkan, begitu juga dengan infrastruktur. Kota medan masih saja langganan banjir, banyak terjadi longsor dan banjir dibeberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara,  belum lagi masih banyak pasar pasar yang masih berserakan dan mengganggu arus lalu lintas. Proyek proyek yang ada hari ini adalah proyek lanjutan gubernur sebelumnya. Proyek infrastruktur bapak edy belum terlihat dampak nya.

“Mungkin ini adalah resiko dimana orang yang tidak punya pengalaman dalam pemerintahan. Harus nya bapak edy fokus menjalan kan program 100 hari dari pada mengurusi hal yang lain termasuk sepak bola. Kita semua pasti menilai bapak gubernur tidak fokus membangun Sumatera Utara. Apalagi pola komunikasi bapak gubernur terang-terangan banyak kekurangan di depan publik, ucapan dari bapak gubernur tak sedikit menyakiti hati rakyat” timpal gito

Beberapa waktu belakangan terlihat sedikit permasalahan komunikasi antara gubernur dengan beberapa kepala daerah dan begitu juga komunikasi dengan legislatif. Bapak gubernur terlihat kaku dan arogan didepan publik sehingga segala sesuatu yang dilakukan sulit di terima rakyat. Ini akan menghambat perkembangan pembangunan .

Baca juga  Ganjar Serukan Lawan Golongan Antipancasila

“GMKI dan seluruh mahasiswa dan rakyat Sumatera Utara masih berharap bapak gubernur dapat lebih bekerja keras dan lebih fokus dalam mengurusi sumatera utara. Saya berharap hal hal yang pokok dalam membangun rakyat yang bermartabat sesuai slogan bapak gubernur dapat di prioritaskan. Mahasiswa akan terus dalam garis perjuangan nya dalam mengawal pemerintahan sumatera utara dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Sumatera Utara”. tutupnya.  (SNP)

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

PSDH : Laporan Pemkot Baubau Terhadap Aktivis KAKP adalah Pemberangusan Terhadap Kebebasan Berpendapat.

Rilis Pers Pusat Studi Hukum & Demokrasi Sultra (PSDH) Negara Demokrasi memberi jaminan kepada setiap …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: