Beranda > Nasional > Presiden Unindra Minta Kemendikbud Jangan Komersialisasikan Pendidikan

Presiden Unindra Minta Kemendikbud Jangan Komersialisasikan Pendidikan

Suaranesi.co Jakarta,- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu melakukan aksi di depan kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Tampak membentang spanduk bertuliskan “Stop Komersialisasi dan Liberalisasi Pendididkan” dengan Hash Tag #KampusTutupKuliahDiJalan.

Sebelumnya saat melakukan aksi long march dari Gelora Bung Karno tampak para mahasiswa mengenakan masker dan saling berjaga jarak.

Aksi ini sendiri bertujuan untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi kepada Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka bergantian saling berorasi menyampaikan aspirasinya.

Presiden mahasiswa Unindra saat ditemui di sela-sela aksi mengatakan bahwa aksi ini didasari dengan tujuan menuntut adanya regulasi yang konkrit dari pemerintah (Kemendikbud) terkait pemotongan biaya kuliah di tengah Pandemi Covid-19, dia pun meminta kepada Kemendikbud agar tidak menjadikan dunia pendidikan sebagai ladang bisnis dan komersialisasi.

“Kami menuntut regulasi yang konkrit dan tepat dari Kemendikbud terkait permasalahan pemotongan biaya di tengah Pandemi Covid-19 ini, dan juga untuk tidak menjadikan dunia pendidikan sebagai ladang komersialisasi.” Ucap Yudha selaku presiden mahasiswa Unindra.

Baca juga  Sepele, Dua Perusahaan Budidaya Ikan di Danau Toba Tidak Sanggup Tunjukkan Izin

Yudha juga mengatakan Kemendikbud harusnya sudah memiliki solusi bagaimana pelajar dan mahasiswa Indonesia yang selama tiga bulan kemarin tidak dapat belajar karena minimnya akses. Ia mengatakan seharusnya sudah ada tindakan nyata dari pemerintah misalnya bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), yang janjinya setiap desa sudah dapat akses internet pada tahun 2020, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Telkom, atau dengan Kemendes melalui dana desanya.

“Mestinya Kemendikbud saling bekerja sama dengan Kemenkominfo, BUMN, dan Kemendes, karena target Kemenkominfo kan pada tahun 2020 tidak ada desa yang tidak punya akses internet. BUMN juga kan punya perusahaan telekomunikasi yaitu Telkomsel, juga Kemendes dengan dana desanya. Ini kan bisa dijadikan rekomendasi kerja sama, atas permasalahan pada pembelajaran saat tiga bulan kemarin karena minimnya akses.” Ucapnya.

Yudha menuntut agar segera diadakannya pertemuan dengan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, karena salah satu yang mereka inginkan adalah mediasi langsung.

“Capaian yang kami inginkan lainnya yaitu mediasi dengan Pak Nadiem Makarim, kami ingin berdialog langsung dengan beliau. Jika memang tidak bisa ditemui, kami akan kembali turun dengan massa aksi yang lebih banyak.” Imbuhnya.

Baca juga  Mahfud MD, Sentil Pengicau Hoax 7 Kontainer Surat Suara

Aksi ini berlangsung dengan kondusif, walau sempat menimbulkan gesekan kecil karena massa aksi mencoba menerobos masuk area gedung Kementrian.

Akhirnya perwakilan dari Kemendikbud mau bertemu dengan perwakilan massa aksi untuk menerima tuntunan yang disampaikan oleh mahasiswa sebelum massa aksi membubarkan diri.

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, Aktivis Lingkungan Minta Sri Mulyani Periksa Pajak Best Agro

Jakarta-Menyambut hari kesaktian Pancasila, Jaringan Aktivis Peduli Lingkungan Hidup (JAPHI) kembali menyoroti sengketa lahan yang …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: