Beranda > Nasional > News > Pilkada OKU Timur, LSPP Sebut Pasangan Ini Terancam Karena Kelemahan Cawabup

Pilkada OKU Timur, LSPP Sebut Pasangan Ini Terancam Karena Kelemahan Cawabup

SUARANESIA.CO  – Jelang Pilkada Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) 2020, kampanye dan sosialisasi bakal calon bupati dan wakil bupati menghiasi jagat maya dan jalan raya. Di sosial media bisa dijumpai berbagai gimmick atau kemasan, tampilan, alat tiruan, serangkaian adegan untuk mengelabuhi, memberikan kejutan, menciptakan suatu suasana atau meyakinkan orang lain atau pemilih.
Mereka yang meramaikan jagat persaingan pilkada OKU Timur setidaknya ada tiga bakal pasangan calon. Nama-nama individu lain yang pernah muncul, perlahan-lahan melemah dan sepertinya mundur dari kancah.
Adapun pasangan bakal calon yang bertengger di arena adalah Lanosin-Adi Nugraha Purna Yudha (Enos-Yudha), lalu Fery Antoni-Melinda (Fery-Melinda), dan Ruslan Taimi-Herly Sunawan (Ruslan-Herly).
Namun demikian selama pandemi corona berlangsung, nyaris belum ada data dan peta persaingan kekinian sehingga banyak pihak hanya bisa menduga kekuatan masing-masing bapaslon.
Akhirnya kini ada lembaga mau mempublikasikan hasil pemetaan dan survei opini publik. Lembaga itu adalah LSPP dari Jakarta. Lembaga survei itu melakukan survei dengan metode yang memerhatikan secara maksimal protokol kesehatan terkait covid-19.
Direktur riset Lembaga Studi Pemilu & Politik (LSPP), Sendy Sutikno menyampaikan, menyampaikan melalui keterangan tertulis yang dikirim ke redaksi hari ini, Rabu (10/06), lembaganya telah turun ke lapangan dan melakukan survei menggunakan metode random sampling namun komunikasi dengan responden dibatasi pada hanya beberapa pertanyaan pokok.
Dengan demikian tatap muka dengan menjalankan social distancing bisa berlangsung singkat. Metode ini menurutnya sering juga disebut quick survey.
Sendy mengatakan, Pilkada OKU Timur diprediksi akan berlangsung panas. Pasalnya, tiga bakal pasangan calon yang disurvei masih ada hubungan kekeluargaan dan semuanya berusaha mendapatkan dukungan dari Gubernur Herman Deru, dengan asumsi pemilih gubernur cukup loyal, solid dan setia.
“Pilkada OKU Timur nanti akan berlangsung panas. Responden ternyata banyak yang mengetahui kalau tiga bakal paslon itu masih ada hubungan keluarga dengan Gubernur Sumsel Herman Deru,” ujarnya kepada media, Rabu (10/06).
Lebih menarik lagi sambung Sendy, dukungan Herman Deru kepada pasangan Lanosin – Yudha juga sudah diketahui responden dan ada yang menjadikannya sebagai bahan pertimbangan untuk memilih. Labih lanjut, Sendy memaparkan hasil survei Lembaganya sebagai berikut:
1. Pasangan Enos-Yudha: 23,49%
2. Pasangan Fery-Meilinda: 18,22%
3. pasangan Ruslan-Herly: 15,51%
4. Menjawab Rahasia: 9,64%.
5. Tidak Tahu/Tidak Jawab: 33,14%
Sendy menambahkan, sebanyak 66,86 persen sudah memutuskan memilih. Sebanyak 9,64 peraen sudah memituskan namun menyatakan rahasia. Sisanya 33,14 persen menyatakan belum memutuskan.
Melihat temuan tersebut, Sendy menjelaskan, pasangan Enos – Yudha terbukti paling eksessif melakukan gerakan kampanye baik di dunia nyata maupun di dunia maya, mayoritas responden mengaku pernah memerhatikan produk kampanye pasangan itu. Namun demikian kelemahan pasangan ini ada pada bakal calon wakil bupatinya, yakni Adi Nugraha Purna Yudha.
“Figur ini kurang dikenal dan jarang muncul. Embel-embel sebagai anak bupati petahana tidak membantu mendongkrak popularitasnya,” ujar Sendy.
Selanjutnya pasangan Ferry – Melinda dianggap pesaing potensial hanya saja rumor adanya konflik antara wakil bupati Ferry dengan Gubernur Herman Deru menyeruak ke permukaan. Rumor itu menurutnya tentu akan menghambat laju pergerakan bapaslon ini walaupun Ferry Antoni sudah merekrut adik kandung gubernur menjadi wakilnya.
“Data menunjukan, publik tahu dukungan Gubernur Herman Deru diberikan kepada Enos. Kondisi ini membuat bapaslon Fery – Melinda harus bekerja keras,” jelasnya.
Sementara pasangan Ruslan-Herly masih harus berjuang meningkatkan popularitas mereka. Diakui Sendy, jika popularitas pasangan ini naik, maka elektabilitasnya akan ikut naik. Sosok Ruslan yang merupakan perwira TNI dipandang sebagai solusi oleh masyarakat karena kondisi keamanan di OKU Timur yang sering kurang kondusif.
“Itu kelebihan yang bisa dieksplorasi secara maksimal, hanya saja pasangan ini jangan berkutat melulu di isu itu karena soal keamanan sesungguhnya merupakan kewenangan aparat keamanan khususnya kepolisian,” tambahnya.
Sendy menjelaskan, secara umum belum bisa disimpulkan siapa yang akan memenangkan pilkada OKU Timur. Namun jika pasangan Enos – Yudha mampu memperbaiki kinerja kampanye terutama di pihak cawabupnya, potensi mereka untuk menang lebih tinggi dibanding bapaslon lain.
Hal sama terjadi pada bapaslon Ruslan – Herly, jika kinerja kampanye lima bulan ke depan membaik, bukan tidak mungkin bisa menyalip. “Ini tentu jika mereka lolos terdaftar sebagai peserta di KPUD OKU Timur ya, karena tidak mudah mendaftar melalui jalur perseorangan,” jelasnya.
Survei LSPP dilakukan secara tatap muka dengan 440 responden, dari tanggal 2 Juni sampai tanggal  6 Juni 2020. Adapun metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan margin error sebesar 4,8%. (HM)
Baca juga  7 Mahasiswa Tewas akibat Longsor di Pemandian Daur Paris, Kabupaten Karo.

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Kisruh UU Cipta Kerja: Aktivis Ancam Kepung Reses Anggota DPR Willy Aditya dan Ach Baidowi

Madura- Sejumlah aktivis penolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang berasal dari Madura menyerukan untuk …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: