Beranda > Bisnis > Pertamina: Sanksi Keras Jika BBM Satu Harga Diselewengkan di Papua

Pertamina: Sanksi Keras Jika BBM Satu Harga Diselewengkan di Papua


Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Jayapura: Program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di Tanah Papua terus mendapat pengawalan ketat dari PT Pertamina (Persero). Pasalnya, pendistribusian BBM dengan harga yang sama ini harus dipastikan tepat sasaran sejalan dengan penugasan dari pemerintah.

Pejabat Sementara Operation Head of Terminal BBM Jayapura Muchtar Uswanas mengungkapkan terdapat sanksi keras bila terjadi penyelewengan BBM satu harga di Tanah Papua.

"Saya pikir pengawalan kita sampai ke user dapat dipertanggungjawabkan, hukumannya luar biasa. Pasti mereka berpikir dua kali karena sanksinya keras," ujarnya, kepada Medcom.id, saat ditemui di Terminal BBM, Jayapura, Papua, Jumat, 17 Agustus 2018.

Menurut Muchtar BBM satu harga yang diterapkan pada 2016 silam akhirnya dirasakan manfaatnya oleh warga adat Papua. Mereka mulai membuka diri setelah ongkos logistik mengalami penurunan. Selama 20 tahun bekerja di Pertamina, Jayapura, ia mengamati, harga BBM jenis premium dijual Rp25 ribu hingga Rp55 ribu per liter.

Bahkan pernah mencapai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per liter. Namun setidaknya kini sudah ada tiga wilayah distrik di kawasan Teluk Cenderawasih dan Pegunungan Tengah yang masuk program pelaksanaan pemberlakuan BBM satu harga di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Baca juga  Saka Energi Temukan Cadangan Minyak

Bahkan, satu dari tiga sasaran pelaksanaan BBM satu harga yakni Obano di Distrik Paniai Barat, Kabupaten Paniai sudah terealisasi. Ia berjanji akan mengawal harga tersebut hingga ke pedalaman Papua. "Ini satu apresiasi saya melihat BBM satu harga sampai di pedalaman, khusus Jayapura. Kita kawal hingga ke pedalaman agar harganya sama dengan di kota," imbuh dia

Adapun program BBM Satu Harga telah menjangkau 66 titik di hampir seluruh wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) Indonesia. Dari jumlah tersebut, 54 titik direalisasikan pada 2017 dan 12 titik sisanya terealisasi tahun ini.

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication PT Pertamin (Persero) Adiatma Sardjito mengatakan jumlah itu hampir mencapai target perseroan dari sebanyak 67 titik tahun ini. "Kami targetkan sampai akhir tahun 67 titik akan terealisasi, sehingga upaya Pertamina mewujudkan energi berkeadilan sesuai program pemerintah," katanya.

Sementara itu, kendala yang kerap dihadapi Pertamina dalam mewujudkan BBM satu harga ialah lokasi yang ditetapkan pemerintah merupakan wilayah dengan infrastruktur darat dan laut yang terbatas.

Baca juga  Gaji PNS Naik Tidak Jamin Daya Beli Meningkat

"Di mana menjadi perhatian khusus pemerintah agar masyarakat yang tinggal di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) bisa merapakan harga BBM sesuai kententuan Pemerintah dalam rangka pemerataan dan asas keadilan," sambung dia.

Untuk konsumsi BBM Satu Harga terhitung hanya sekitar 0,3 persen dari total penyaluran nasional, di mana penyaluran dari Juni 2017-Juni 2018 sekitar 56 ribu kilo liter, dengan 70 persen BBM jenis premium dan sisanya solar.

  source: http://ekonomi.metrotvnews.com/energi/eN4XA6ON-pertamina-sanksi-keras-jika-bbm-satu-harga-diselewengkan-di-papua

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Lingkungan Tercemar, BADKO HMI Mal-Malut: Pemerintah Harus Segera Cabut Izin PT Adidaya Tangguh

SUARANESIA.CO,- Sekertaris Umum Badan Koordinasi HMI Maluku-Maluku Utara, Amirudin mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara terkesan …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: