Beranda > Regional > Pemprov Kepri Belum Laporkan Aset Rp4,4 Miliar yang Raib

Pemprov Kepri Belum Laporkan Aset Rp4,4 Miliar yang Raib


Jembatan 1 Dompak yang menghubungkan Pulau Dompak dengan Tanjungpinang, Kepri. Gubernur Kepri marah lantaran pelat baja sisa pembangunan Jembatan 1 Dompak hilang, Medcom.id/Anwar Sadat Guna

Batam: Kepolisian Resor (Polres) Tanjungpinang sejauh ini belum menerima laporan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri terkait raibnya ratusan pelat baja sisa pembangunan Jembatan 1 Dompak, Kota Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengatakan, hingga saat ini polisi belum menerima laporan dari masyarakat soal hilangnya pelat baja tersebut.

"Kami terbuka atas seluruh laporan masyarakat. Terkait ada tidaknya laporan dugaan hilangnya besi baja tersebut, saya belum dapat laporan dari Kasat Reskrim," ungkap Ucok, Kamis, 16 Agustus 2018.

Kapolres mengatakan, penyidik siap jika ada masyarakat ingin melaporkan kasus raibnya pelat baja tersebut. "Kami selalu siap, kapanpun ingin dilaporkan," ujarnya.

Ucok mengatakan, raibnya pelat baja tersebut masih pada ranah inspektorat, pemerintah daerah, dan ranah pengusaha selaku kontraktor pembangunan jembatan untuk menelusuri keberadaan aset tersebut.

Meski demikian, jika Pemprov Kepri, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) ingin melaporkan hal tersebut, kata Ucok, pihaknya siap menerima laporan. "Saat ini kami masih menunggu laporan dari pihak terkait," tuturnya.

Baca juga  KOMANDO Pandeglang Ajak Seluruh Elemen Mengutuk Sikap Tak Etis Anggota DPRD Andri Supriadi Politis Partai Demokrat

Baca: Aset Negara Senilai Rp4,4 M Raib di Kepri

Adanya informasi yang menyebutkan bahwa polisi sempat melakukan pengawalan saat pelat baja itu diambil orang tak bertanggung jawab, Ucok menegaskan bahwa hal itu akan diselidiki.

"Saya sudah perintahkan Kasi Propam Polres Tanjungpinang untuk menyelidiki apakah benar ada polisi yang melakukan pengawalan," tegasnya.

Sementara itu, Kadis PU Provinsi Kepri Abubakar yang berusaha dikonfirmasi apakah akan melaporkan raibnya ratusan pelat baja tersebut ke polisi hingga saat ini belum mau memberikan keterangan.

Saat berusaha dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Abubakar tidak merespon. Pesan singkat yang dikirimkan melalui WhatsApp juga belum ditanggapi.

Sementara itu, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di Kantor DPRD Kepri, perwakilan Dinas PU Provinsi Kepri Rodi Yantari menyampaikan kronologi hilangnya ratusan pelat baja sisa pembangunan Jembatan 1 Dompak.

Rodi mengaku bahwa pada tanggal 4 Mei 2018, pihaknya mendapatkan informasi soal adanya aktivitas pengambilan pelat baja sisa pembangunan Jembatan 1 Dompak dengan pengawalan polisi.

Berselang sekitar satu setengah jam kemudian, pihaknya ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Sesampainya di sekitar Jembatan 1 Dompak, tim dari Dinas PU tidak menemukan adanya aktivitas tersebut.

Baca juga  Hadapi Covid-19, Cipayung Plus Medan berharap Pemko dan DPRD Medan Tidak Cuci Tangan

Barulah pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB, tim kembali mengecek ke lokasi dan mendapati adanya aktivitas orang-orang yang mengambil pelat baja tersebut. Rodi menyebut seorang di antaranya adalah pria berinisial Cr. "Dia bersama tiga rekannya yang berada di lokasi," ujarnya.

Rodi sempat menanyakan atas dasar apa orang-orang tersebut mengambil ratusan pelat baja sisa pembangunan Jembatan 1 Dompak.

"Mereka beralasan bahwa kegiatan itu atas persetujuan Gubernur Kepri untuk melakukan pembersihan di lokasi karena di sekitar lokasi akan dijadikan wisata kuliner," ujar Rodi.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Kepri Nurdin Basirun murka. Dia marah setelah memgetahui ratusan pelat baja berupa aset Pemprov Kepri senilai sekitar Rp4,4 miliar raib. Pelat baja itu diduga diambil orang-orang tak bertanggung jawab mengatasnamakan dirinya.

"Saya perintahkan kepada Dinas PU untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Cari pelakunya. Tangkap. Nanti ketahuan siapa yang menyuruh (mengambil pelat baja) tersebut," tegas Nurdin. source: http://sumatera.metrotvnews.com/peristiwa/0kp26BWN-pemprov-kepri-belum-laporkan-aset-rp4-4-miliar-yang-raib

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

PSDH : Laporan Pemkot Baubau Terhadap Aktivis KAKP adalah Pemberangusan Terhadap Kebebasan Berpendapat.

Rilis Pers Pusat Studi Hukum & Demokrasi Sultra (PSDH) Negara Demokrasi memberi jaminan kepada setiap …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: