Beranda > Nasional > News > Pemimpin Ideal Kalteng, FORPEKA: Harus Memiliki Integritas dan Jiwa Melayani Masyarakat
Foto: Axcel Narang Dalam Webinar Bersama Forum Pemuda Kalteng (FORPEKA), Kamis (28/5)

Pemimpin Ideal Kalteng, FORPEKA: Harus Memiliki Integritas dan Jiwa Melayani Masyarakat

Palangka Raya-60 persen milenial di era sekarang memiliki posisi yang berpengaruh di dunia politik Indonesia, bahkan yang mengisi jabatan strategis di BUMN juga kaum milenial. Hal ini tidak lepas dari gagasan dan kreatifitas kaum milenial yang dinilai mampu membawa perubahan yang baik dalam penyelenggaraan negara dalam rangka menuju kemajuan. Kemampuan tersebut membuat milenial memiliki posisi penting yang suara dan gagasannya perlu untuk didengarkan, termasuk dalam menilai pemimpin ideal versi mereka.

Hal ini disampaikan Novia Adventy Juran, Koordinator Forum Pemuda Kalimantan Tengah (FORPEKA), dalam webinar Mimbar Bebas Pemuda yang dilaksanakan oleh FORPEKA dengan tema “Pemimpin Ideal Kalteng Versi Milenial”, Kamis (28/5).

“Ke depan pemimpin Kalteng diharapkan memiliki komitmen terhadap penyelenggaraan birokrasi yang birokratis dan akuntabilitas. Untuk itu, perlu disusun suatu kerangka sistem untuk membuka kepekaan masyarakat sebagai bentuk public check and ballances yang tujuannya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan. Sekaligus juga sebagai solusi dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan,” ujar mantan Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Palangka Raya tersebut.

Tidak hanya itu, dia mengatakan bahwa pemimpin harus mengedepankan etika dan melibatkan rakyat dalam mengawasi birokrasi. Karena secara etika, program dan gagasan pemimpin harus dipertanggungjawabkan kepada publik,” ucapnya.

Menurut Novia, pemimpin suatu daerah harus memiliki komitmen terhadap peningkatan sumber daya manusia. Kemudian memiliki visi dalam kelestarian lingkungan hidup yang lebih baik, serta mendorong kemandirian Kalteng dalam berbagai sektor seperti ekonomi, panjang dan juga energi. Hal ini imbang dengan sumber daya alam yang dimiliki oleh Kalimantan Tengah.

“Memimpin adalah melayani, dan itu adalah konsekuensi logis dari sebuah  pilihan menjadi pemimpin. Pendidikan politik menjadi pilar yang sangat penting dalam pembangunan demokrasi Kalteng,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Axcel Narang, Badan Pengurus Pusat Himpinan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Korwil Kalimantan mengatakan bahwa pemimpin harus mampu menjadi teladan dan membawa pengaruh yang positif bagi masyarakat yang dipimpin.

“Pengaruh positif tersebut akan menghasilkan karakter yang baik, karena seyogianya tugas dan kewajiban seorang pemimpin adalah menghadirkan kedamaian dan kemajuan serta merangkul semua elemen masyarakat yang dipimpin nya,” ujar Axcel.

Lebih dari itu, Axcel sapaan akrab yang juga Ketua Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya tersebut menyampaikan bahwa pemimpin yang baik harus memiliki program dan gagasan yang baik juga, serta dapat direalisasikan untuk kepentingan masyarakat, memiliki komitmen dan tanggung jawab dalam proses kepemimpinannya.

“Pemimpin yang baik harus memiliki terget diatas rata-rata, jikalau tidak memiliki standar yang tinggi maka pemimpin tersebut tidak akan tahu bahwa kepemimpinannya menghasilkan sesuatu yang berdampak. Inilah salah satu hal mengapa pemimpin harus memiliki gagasan yang baru dan diluar kebiasaan atau out of the boox” ujar Axcel.

Sambungnya, pemimpin harus memiliki integritas dan mental yang kuat, dan harus menyadari bahwa tugasnya adalah untuk melayani. Karena pada hakikatnya pemimpin adalah pelayan yang bekerja untuk kepentingan masyarakat.

“Yang paling penting seorang pemimpin harus memiliki integritas. Apalah gunanya seorang pemimpin yang hebat tanpa integritas dan kejujuran,” tegasnya.

Axcel membeberkan, pemimpin  tidak boleh memiliki mental 4P yakni penjilat, penipu, pengecut dan penghianat. Pemimpin harus memiliki mental bisa dipercaya, setia dan memilih loyalitas serta berani berkorban bagi kepentingan masyarakat.

“Hal penting lain yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah kualitas hidup yang baik. Karena itu akan mempengaruhi karakter memimpin nya, terkahir saya sampaikan kepada kita semua, jangan memilih pemimpin yang tidak memiliki gagasan,” tutup Axcel Narang.

Baca juga  Peduli Korban Banjir,  Istri Kapolri Dan Panglima TNI Ikut Bantu Korban Banjir

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Banyak Aktivis dan Eksponen Angkatan Muda Muhammadiyah Tertarik Bergabung Partai UKM

Jakarta – Aktivis dan Eksponen Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) mulai tertarik dan terpikat dengan Partai …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: