Beranda > Bisnis > Pelantikan Pimpinan Baznas di Nilai Maladministrasi

Pelantikan Pimpinan Baznas di Nilai Maladministrasi

Pelantikan Muhammad K dan Hamzani, S.E sebagai pimpinan baru di tubuh Baznas Lombok Timur dinilai cacat dan politis bahkan masuk kategori mal admnistrasi. Atas tindakan tersebut, Bupati Lombok Timur dinilai lalai dan tidak transparan dalam penentuan siapa pimpinan di tubuh lemabaga zakat tersebut.

Sebelumnya pada 2019 lalu, pimpinan Baznas Lombok Timur yang dilantik ada tiga orang, yaitu; saudara Ismul Basar, M Nazri, dan Lalu Muhir sedangkan H Muhsin SR dan Siarah Hady masih ditunda, namun dalam perjalan dua nama yang ditunda ini lenyap.

Padahal jika merujuk pada surat Baznas NTB terkait permohonan dan pertimbangan pimpinan Baznas Lombok Timur periode 2019-2024, yang diberikan pertimbangan untuk dilantik adalah saudara Ismul Basar, M Nazri, H Muhsin SR, Siarah Hady, dan Lalu Muhir. Nama-nama yang dilantik baru-baru ini justru tidak masuk sebagai jajaran pimpinan di tubuh Baznas Lombok Timur.

Untuk diketahui bahwa berdasarkan surat permohonan dan pertimbangan pimpinan Baznas Lombok Timur periode 2019-2024, yang diberikan pertimbangan untuk dilantik adalah saudara Ismul Basar, M Nazri, H Muhsin SR, Siarah Hady, dan Lalu Muhir, namun dalam perjalanan Bupati Lombok Timur justru mengindahkan pertimbangan tersebut dan melantik pimpinan Baznas Lombok Timur dengan formasi Ismul Basar, SP, M Nazri, Muhammad K, Hamzani, SE, dan L Muhir. Hingga saat ini, tindakan Bupati Sukiman Azmy tersebut menjadi polemik di masyarakat.

Baca juga  Dema UIN Jakarta: Tindakan Represif Aparat Tidak Sesuai Protap

Diatensi Publik

Penghilangan dua nama yang beredar sebelumnya menimbulkan pertanyaan besar masyarakat, tak terkecuali para mahasiswa yang tergabung dalam Alinasi Mahasiswa Lombok Rantau Jakarta. Mereka menilai Bupati Lombok Timur mengindahkan dua nama yang diberikan pertimbangan untuk memimpin Baznas Lombok Timur.

“Jika alasannya Bupati dan timsel pimpinan Baznas memilih berdasarkan peringkat seleksi, maka kami tidak mempersoalkan Muhammad K dan Hamzani ini dilantik, kita sama-sama tau keduanya masuk empat besar dalam hasil akhir seleksi. Namun yang jadi persoalan adalah kenapa Lalu Muhir tetap dilantik, padahal jika merujuk pada peringkatnya, ia tidak memenuhi standar bahkan tidak masuk 5 besar. Ini aneh dan janggal” Ujar Fizi saat memberikan keterangan ke tim redaksi.

Lebih lanjut lagi, Fizi ini menyebut pengangkatan Hamzani sebagai pimpinan Baznas Lombok Timur dinilai melanggar aturan yang berlaku, karena diduga rangkap jabatan.

“Jika Pansel dan Bupati memilih Hamzani sebagai pengganti dari dua nama pimpinan Baznas yang ditunda tersebut adalah berdasarkan peringkat, maka sah-sah saja si Hamzani dipilih. Namun jika melihat aktifitas beliau sebagai guru setrtifikasi, maka ia harus meletakkan jabatannya dan mengembalikan dana sertifikasi yang telah diterimanya. Ini jelas diatur kok dalam peraturan tentang guru sertifikasi. Ujar Fizi
Di akhir wawancaranya, mahasiswa semester akhir ini menyarankan Bupati Lombok Timur untuk mengembalikan mandat pimpinan Baznas Lombok Timur ke nama-nama yang di berikan pertimbangan sebelumnya.

Baca juga  BK DPR RI : Reward and Punishment Bagi Anggota Dewan Itu Perlu

“Agar roda pemerintahan di Lombok Timur terus kondusif, kami sebaga sosial control dan agent of change menyarankan Bupati Lombok Timur mengembalikan mandat pimpinan Baznas Lombok Timur ke nama-nama yang di berikan pertimbangan sebelumnya, jika terus mengindahkan saran ini, maka kami akan mencoba melaporkannya ke Ombudsman RI” Ujarnya fizi sambil menutup wawancaranya.

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Gus Din Ketum Barisan Pembaharuan: Demi Pemulihan Ekonomi Nasional Jokowi Jangan Ragu Resuffle Kabinet

Jakarta – Mengantisipasi kemerosotan ekonomi atau resesi ekonomi, organisasi Barisan Pembaharuan (BP) sebagai pendukung Joko …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: