Beranda > Nasional > News > PBM Daring, Prof. Efendi: Jangan Adagium! Perlu Ada Sistem yang Berkelanjutan
Foto: Diskusi daring GMKI Medan “Menakar Pendidikan Indonesia Pasca Covid-19”, Sabtu (2/5/2020)

PBM Daring, Prof. Efendi: Jangan Adagium! Perlu Ada Sistem yang Berkelanjutan

Medan– kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) yang telah dilaksanakan secara daring (online)sudah berlangsung kurang lebih dua bulan. Namun yang menjadi kendala saat ini adalah bahwa belum semua sekolah yang mampu untuk melaksanakannya. Kendala ini terjadi karena infrastruktur yang belum merata di seluruh Indonesia.

Hal ini disampaikan Billy Mambrasar, Staf Khusus Presiden bidang inovasi dalam diskusi online GMKI Medan yang bertajuk “Menakar Pendidikan Indonesia Pasca Covid-19”, Sabtu (2/5/2020).

“Keterbatas jaringan internet menjadi kendala yang dihadapi sekolah-sekolah yang berada di pedalaman, khususnya di Indonesia bagian Timur. Sehingga belum menyentuh semua peserta didik,” ujar Billy.

Billy berharap kontribusi aktif dari seluruh elemen yang konsen dalam bidang pendidikan untuk membantu pemerintah dalam memberikan masukan-masukan. Hal ini dikatakan dia demi perbaikan pendidikan Indonesia di masa yang akan datang dengan pendekatan teknologi.

Prof. Efendi Napitupulu selaku Guru besar di UNIMED yang juga hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa kedepan, diterima atau tidak diterima, metode pendidikan di dunia akan berubah dari metode konvensional menjadi berbasis teknologi.

Dikatakan dia, sesunggunya metode daring yang dilakukan saat ini bukanlah hal baru dalam dunia pendidikan. Namun hal ini dilakukan secara massif akibat meluasnya pandemi Covid-19 yang membuat interaksi untuk bertemu semakin terbatas.

Ditegaskan Prof. Efendi, dalam abad ke 21 ini, pendidikan harus benar-benar menghasilkan manusia terdidik, aktif, kreatif dan inovatif.

Diakuinya, pekerjaan ini bukanlah hal mudah. Sebab perlu ada sistem yang dibangun secara berkelanjutan. Hal ini dikatakan Prof. Efendi supaya tidak terjadi adagium “ganti Menteri, ganti kebijakan”, yang tentunya akan merugikan semua kalangan dunia pendidikan, baik guru, peserta didik, maupun lembaga pendidikan dan yang terkait.

Terakhir, Prof. Efendi berharap, kedepan tenaga pendidik harus benar-benar dibekali dengan kemampuan sebagai tenaga pendidik, perketat rekrutmen, serta melakukan pelatihan-pelatihan berbasis teknologi.

“Harus bisa menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi. Sebab, pada tangan kreatif gurulah sebenarnya masa depan pendidikan Indonesia. Ini harus menjadi upaya serius dari pemerintah,” tegas staf Pengajar Pascasarjana UNIMED ini.

Baca juga  Getol Suarakan LGBT, Rahayu Saraswati Dapat Tanggapan Negatif Dari Warga Tangsel 

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Pemuda Alfa Omega

39 Pemuda Alfa Omega di Halmahera Disiapkan Jadi Pemimpin

Halmahera – Pemuda jemaat Alfa Omega Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) wilayah pelayanan Tobelo …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: