Beranda > Foto > Natal Nasional: Begini GAMKI Jabar Sambut Kedatangan Jokowi
Theo, Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Jawa Barat.

Natal Nasional: Begini GAMKI Jabar Sambut Kedatangan Jokowi

 

SUARANESIA.CO – Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Jawa Barat, Theo Cosner menyesalkan sikap Pemerintah yang berencana akan menggelar Natal Nasional di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat.

Theo menilai, Pemerintah telah melakukan pembiaran terhadap adanya tindakan-tindakan diskriminasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah serta oknum-oknum ormas yang dinilainya Intoleran.

Dalam keterangan tertulisnya, Theo mengatakan, pihaknya merasa khawatir bahwa selama ini Presiden tidak mendapat informasi yang utuh soal adanya tindakan diskriminasi yang dirasakan umat Kristiani.

“Saya hawatir Presiden tidak mendapat informasi yang seutuhnya, bahwa masih ada persoalan diskriminatif yang terjadi di berbagai daerah seperti pelarangan perayaan ibadah Natal, pelarangan pembangunan rumah ibadah, ataupun persekusi terhadap tokoh agama.” Kata Theo.

Berdasarkan data Setara Institute selama tahun 2014-2019, adanya banyak kasus pelanggaran kebebasan umat beragama. Seperti dikatakan Theo, mengutip hasil riset Setara Institute, ada sebanyak 629 jumlah pelanggaran kebebasan beragama di Jawa Barat, dalam kurun waktu selama 12 tahun.

Baca juga  GMKI MEDAN SIKAPI PERSOALAN PERSEKUSI TERHADAP JEMAAT GBI GRIYA MARTUBUNG

Selain itu, Setara Institute secara lebih dirinci menyebutkan, dalam lima tahun terakhir ini, tahun 2014-2019 pelanggaran kebebasan beragama di Jawa Barat berjumlah sebanyak 162 pelanggaran. Terlepas dari hal tersebut, acara Natal Nasional itu akan dihadiri oleh Presiden Jokowi.

“Presiden akan menghadiri Natal Nasional, tapi bagaimana dengan umat Kristen di tempat lainnya yang dilarang melaksanakan ibadah Natal?.” Kata Theo, Sabtu (21/12) dalam keterangan tertulisnya.

Meski demikian, Theo yakin Presiden Jokowi bisa komitmen untuk memberantas tindakan-tindakan Intoleran dan diskriminasi yang selama ini terus terjadi.

“Kami yakin dengan komitmen beliau untuk memberantas persoalan intoleransi dan diskriminasi. Namun, apakah bawahan dan pembantu Presiden, antara lain Menteri dan jajaran di bawahnya, aparat kepolisian, serta pemerintah daerah juga memiliki komitmen yang sama?,” Kata Theo.
(Haji Merah)

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Kisruh UU Cipta Kerja: Aktivis Ancam Kepung Reses Anggota DPR Willy Aditya dan Ach Baidowi

Madura- Sejumlah aktivis penolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang berasal dari Madura menyerukan untuk …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: