Beranda > Bisnis > Mudik Dilarang, MTI: Pemerintah Harus Berikan Insentif Pada Pengusaha Transportasi

Mudik Dilarang, MTI: Pemerintah Harus Berikan Insentif Pada Pengusaha Transportasi

SUARANESIA.CO – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) meminta agar pemerintah mengabulkan sejumlah insentif yang diusulkan para pengusaha sektor transportasi pasca-pelarangan mudik diberlakukan.

Hal itu dikatakan Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, Senin (27/04) seperti dikutip redaksi dari TEMPO.

Menurut Djoko, insentif itu dipandang penting untuk menyelamatkan bisnis agar tak ambruk karena penyetopan operasional selama masa pandemi virus corona Covid-19 berlangsung.

“Masing-masing sektor sudah mengusulkan insentif. Perlu dukungan dan kebijakan dari pemerintah dalam rangka penyelamatan sektor transportasi,” kata Djoko.

Selain itu, Masyarakat Transportasi Indonesia juga meminta bantuan langsung untuk karyawan dan pengemudi perusahaan angkutan umum, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT). Sejumlah pengusaha yang bergerak di sektor transportasi, kata Djoko menjelaskan, memang telah merugi selama virus corona masuk ke Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Organisasi Angkutan Darat atau Organda, Ateng Haryono mengatakan, pengusaha bus juga mengalami kerugian mendalam.

Ia menghitung, kerugian yang ditanggung oleh seluruh pengusaha angkutan penumpang di bawah organisasinya mencapai Rp 10,5-11 triliun per bulan.

Baca juga  HIMARAJA: Banyak Kapal Tabrak Terumbu Karang di Raja Ampat

“Kami hitung kerugian itu untuk angkutan penumpang jika semuanya berhenti. Baik untuk AKAP (antar-kota antar-provinsi), AKDP (antar-kota dalam provinsi), angkutan pariwisata, angkot, maupun taksi,” kata Ateng, Sabtu (25/04) kemarin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (22/04) lalu mengatakan, pemerintah akan memperluas sektor-sektor terdampak Covid-19 yang diberikan insentif fiskal.

Perluasan sektor usaha itu, menurut Airlangga, telah dibahas dan diputuskan dalam Rapat Terbatas pada Rabu lalu dan akan segera dituangkan dalam Permenkeu sebagai revisi PMK-23/2020.

“Untuk memberikan stimulus ekonomi kepada Sektor Riil yang terdampak Covid-19, akan dilakukan perluasan cakupan sektor yang akan mendapat insentif fiskal, terutama sektor yang paling terdampak seperti pariwisata, akomodasi, perdagangan eceran, dan pengangkutan,” kata Airlangga, dalam siaran pers sebelumnya. (HM).

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Kisruh UU Cipta Kerja: Aktivis Ancam Kepung Reses Anggota DPR Willy Aditya dan Ach Baidowi

Madura- Sejumlah aktivis penolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang berasal dari Madura menyerukan untuk …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: