Beranda > Nasional > Menunju Pemilu 2019, Head to Head Sandiaga Uno Kalahkan K H Ma’ruf Amin

Menunju Pemilu 2019, Head to Head Sandiaga Uno Kalahkan K H Ma’ruf Amin

Suaranesia.co, Jakarta – Pengamat politik Silvanus Alvin mengatakan, jika diadu head to head antar calpon wakil presiden (cawapres), Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno dipastikan menang melawan Ma’ruf Amin. Sehingga

tak dapat dipungkiri Cawapres Ma’ruf Amin masih menjadi titik lemah Capres Joko Widodo untuk menang pada Pilpres 2019. Apalagi Sandiaga Uno berhasil menerapkan political hybrid communication.

“Karena ia (Sandiaga Uno) mampu menggabungkan media baru dan lama untuk mengkampanyekan demi menambah elektabilitas,” jelasnya.

Silvanus menuturkan, kemampuan Sandiaga menggabungkan media baru dan lama juga membuat media nasional meliputnya. Tidak itu saja, Sandiaga juga rajin update di medsos-nya yang langsung direspon para netizen. Ditambah juga background sebagai pengusaha sukses juga membuat nama Sandiaga melejit. Sementara Ma’ruf Amin kurang berkomunikasi melalui media sosial.

“Ma’ruf Amin mungkin rajin berkampanye tapi hal itu tidak cukup untuk situasi sekarang. Ia (Ma’ruf Amin) juga perlu untuk berkomunikasi melalui media sosial,” jelasnya.

Silvanus memaparkan, selama ini pesan komunikasi politik yang viral hanya berasal dari Jokowi, Prabowo dan Sandiaga. Karena ketiganya lebih aktif di medsos dibanding Ma’ruf Amin. Tidak heran Ma’ruf Amin merupakan  titik terlemah Jokowi, tapi di sisi lain, Ma’ruf Amin jugalah yang menjadi tameng bagi Jokowi bila ada isu-isu agama yang menyerang kandidat petahana itu.

Baca juga  GPMI Desak Pembangunan Jalan di Pasir Kadu Diberhentikan, Ada Apa?

“Jadi anggapan adanya Ma’ruf Amin membuat posisi Jokowi lemah adalah menurut saya benar,” jelasnya

Silvanus pun menyarankan, agar keberadaan Ma’ruf Amin bisa menaikkan elektabilitas Jokowi maka  Ma’ruf Amin perlu memperkuat komunikasi politik di media sosial. Karena politisi sekarang tidak cukup adu retorika saja. Mereka harus menyuguhkan pula entertainment. Satu di antaranya dengan berkomunikasi di media sosial.

Sementara itu pengamat politik dari Point’ Indonesia (PI) Karel Susetyo menilai, adanya pihak yang menyebut posisi Cawapres Ma’ruf Amin yang membuat titik terlemah bagi Jokowi untuk meraih kemenangan di Pilpres 2019 merupakan tidak benar. Karena beberapa survei justru menempatkan pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin masih unggul jauh diatas Prabowo – Sandi. Apalagi Ma’ruf Amin juga bisa menarik basis Nahdlatul Ulama (NU), organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

“Saya kira hal itu (daya tarik Ma’ruf Amin memudar) tidak lah benar. Terbukti di bbrp survei pasangan ini masih unggul jauh diatas kompetitornya (Prabowo – Sandi),” ujar Karel kepada Harian Terbit, Senin (10/12/2018).

Baca juga  Penuhi Syarat Kegentingan, Perppu No 1/2020 Anulir UU Keuangan Negara 

Karel menuturkan, sosok Ma’ruf Amin justru bisa menarik basis Nadhliyin. Di sisi lain basis Islam perkotaan juga mampu ditarik karena Ma’ruf Amin merupakan pionir di bidang ekonomi syariah. Oleh karenanya sekarang kekuatan Islam sudah komplit di kubu Jokowi. Ada Islam tradisional yang di wakili oleh Ma’ruf Amin. Di sisi lain ada Islam modern yang diwakili oleh TGB (Tuan  Guru Bajang) dan Yusril Ihza Mahendra.

“Makanya popularitas Jokowi tak memudar. Kalau memudar kan elektabilitas di sejumlah surveinya akan menurun. Dan itu tidak terbukti,” tegasnya

Direktur Eksekutif lembaga survei Median, Rico Marbun mengatakan, salah satu pesan dari reuni 212 yang digelar Minggu, 2 Desember 2018 mengisyaratkan bahwa efek atau daya tarik KH Ma’ruf Amin memudar. Hal ini menurutnya terjadi karena Ma’ruf sebagai calon Wakil Presiden justru diharapkan bisa meredam gerakan 212 namun nyatanya kata Rico, tidak demikian.

“Saya pikir 212 kemarin itu ada satu pesan politik yang kelihatannya sangat clear yaitu efek KH Ma’ruf sudah pudar. Jadi 212 yang membludak menandakan efek yang cukup didengar ketika pencalonannya sebagai Cawapres hilang,” kata Rico.

Baca juga  Irjen Boy Rafli Amar Jadi Kepala BNPT, ISPI: Bukan Wewenang Kapolri 

Rico pun menilai, pada waktu berikutnya, pemimpin umat seperti Ma’ruf akan kehilangan pengikutnya.   “Saya khawatir pemimpin umat seperti kehilangan pengikutnya. Kata-kata mereka tidak didengar saat mereka bergabung ke kubu pak Jokowi,” ungkapnya. (SN/HanTer)

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

GPMI Desak Pembangunan Jalan di Pasir Kadu Diberhentikan, Ada Apa?

PANDEGLANG  – Proyek pekerjaan peningkatan Jalan Pagelaran-Pasirkadu, Pandeglang yang dianggarkan melalui Anggaran Dana Alokasi Khusus …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: