Beranda > Ragam > Memori Jejak Juang Yanes Balubun di Hari HAM Internasional 2018

Memori Jejak Juang Yanes Balubun di Hari HAM Internasional 2018

Yohanes Yonatan Balubun, S.H., atau yang biasa dikenal dan dikenang para sahabat dengan nama Yanes Balubun atau dengan sapaan Bung Yanes, lahir di Ambon pada 8 September 1975, adalah sosok pejuang HAM dan Hak Masyarakat Adat dari Maluku yang diduga kuat telah “di-Munir-kan” pada tahun 2016.

Memulai kiprahnya sebagai pembela hak-hak dasar rakyat pada Jaringan Baileo Maluku yang juga aktif dalam mengupayakan resolusi Konflik Maluku 1999 – 2005, Yanes kemudian menjadi Koordinator Advokasi Lembaga HUMANUM dan  menginisiasi pembentukan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Maluku. Yanes juga dikenal sebagai perwakilan Maluku dalam Dewan Kehutanan Nasional (DKN).

Mantan ketua AMAN Wilayah Maluku itu ditengarai meninggal secara tidak wajar. Ia meninggal pukul 5 pagi pada 8 April 2016 di RSUD Dr. Haulussy, Kudamati Ambon. Dirinya sempat menjalani perawatan dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah ditemukan warga pada Kamis dinihari sekitar pukul 01.00 hingga 01.30 WIT di kawasan Pule, Karang Panjang, Ambon.

Pembela HAM itu ditemukan warga setelah mendengar klakson panjang sepeda motor. Saat itu paha Yanes dalam posisi menekan klakson sepeda motornya. Sedangkan kepalanya mengeluarkan darah sangat banyak. Kesannya seperti ia mengalami kecelakaan lalu-lintas. Namun warga tidak melihat adanya goresan sepeda motor di aspal, sementara banyak darah bergelimang di selokan TKP.

Baca juga  Keren !,  Polri Turunkan 2.446 Personel Tangani Banjir 

Fakta penting lainnya adalah, pihak Komnas HAM mendapat bukti bahwa sebelum Yanes meninggal, saat masih hidup sekitar tiga bulan sebelumnya dia mendapat tekanan atau ancaman. Yanes merasa ada pihak-pihak yang sering mengikuti dan mengawasi aktivitasnya, sehingga membuatnya sempat tidak nyaman.

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

PSDH : Laporan Pemkot Baubau Terhadap Aktivis KAKP adalah Pemberangusan Terhadap Kebebasan Berpendapat.

Rilis Pers Pusat Studi Hukum & Demokrasi Sultra (PSDH) Negara Demokrasi memberi jaminan kepada setiap …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: