Beranda > Nasional > Mahfud MD, Sentil Pengicau Hoax 7 Kontainer Surat Suara

Mahfud MD, Sentil Pengicau Hoax 7 Kontainer Surat Suara

Suaranesia.co, Jakarta – Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief bikin geger dan menyita perhatian dalam cuitannya pada Rabu (2/1/2018).

Andi Arief mencuitkan kabar yang beredar ada tujuh kontainer surat suara sudah tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara, melalui akun Twitter @AndiArief_.

“Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya, karena ini kabar sudah beredar.1,” begitu cuitan Andi Arief pukul 20.05, Rabu (2/1/2019)

uitan Andi Arief soal tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos. (Tangkapan layar cuitan Andi Arief)
Cuitan Andi Arief soal tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos. (Tangkapan layar cuitan Andi Arief)

Belakangan cuitan di atas ini sudah dihapus.

Ada cuitan Andi Arief lainnya berisi, “Saya minta dicek. Sudah 3 jam beredar di WAG. Supaya jangan ada fitnah.”

 

Foto : cuitan Andi arief dalam postingan akun twitter nya @AndiArief_
Foto : cuitan Andi arief dalam postingan akun twitter nya @AndiArief_

 

Sebelum Andi Arief mencuit, kabar tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos untuk pasangan urut 01 Jokowi-Maruf Amin lebih dulu tersebar di WhatsApp dan YouTube.

Pesan soal 7 kontainer surat suara tercoblos tersebar dalam bentuk rekaman suara seorang pria.

“Ini sekarang ada 7 kontainer di Tanjung Priok sekarang lagi geger, mari sudah turun. Dibuka satu. Isinya kartu suara yang dicoblos nomor 1, dicoblos Jokowi. Itu kemungkinan dari Cina itu. Total katanya kalau 1 kontainer 10 juta, kalau ada 7 kontainer 70 juta suara dan dicoblos nomor 1. Tolong sampaikan ke akses, ke pak Darma kek atau ke pusat ini tak kirimkan nomor telepon orangku yang di sana untuk membimbing ke kontainer itu. Ya. Atau syukur ada akses ke Pak Djoko Santoso. Pasti marah kalau beliau ya langsung cek ke sana ya.”

Cuitan Andi Arief yang notabene elite Partai Demokrat seolah menjadi inti ledakan dan beredar luas begitu cepat.

Penyelenggara pemilu KPU RI dan Bawaslu RI sampai mengklarifikasi langsung dengan mendatangi Pelabuhan Tanjung Priok untuk mencari tahu kebenarannya.

Hari berganti, Kamis (3/1/2019), Andi Arief lalu mencuitkan seolah kaget karena cuitannya soal kontainer berisi surat suara yang tercoblos jadi ramai.

Baca juga  DPD GEMA MA: Pencemaran Air Sungai Ciujung yang Tak Berujung

Cukup enteng Andi Arief menanggapi ketika informasi yang beredar tentang tujuh kontainer asal Tiongkok yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok rupanya hoax.

“Wah tuit kontainer jadi rame. Saya gak ngikuti karena tertidur. Baguslah kalau KPU dan Bawaslu sudah mengecek ke lokasu. Soal beredarnya isu harus cepat menanggulanginya. Gak bisa dibiarkan dengan pasif. Harus cepat diatasi,” cuit Andi Arief pada Kamis (3/1/2018).

Dua jam kemudian setelah cuitan itu, Andi Arief  mengakui sudah menghapus cuitannya berisi,

Aneh memang, sekelas Andi Arief tak tahu jika sampai saat ini proses lelang surat suara Pemilu 2019 belum final seperti dijelaskan Komisioner KPU RI Hasyim Asyari.

“Kalau sudah ada yang dicetak surat suaranya siapa?” kata Hasyim kepada wartawan di KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu malam.

Ia mengakui proses lelang surat suara saat ini masih dalam masa sanggah meski sudah ada pemenangnya.

KPU RI selama masa sanggah masih membuka kesempatan bagi pihak-pihak yang keberatan terkait pemenang lelang pencetakan surat suara.

Berikutnya, setelah masa sanggah selesai dibuatlah kontrak antara LKPP dan pemenang lelang.

Menurut rencana, kontrak ini pada 7 Januari 2019, baru kemudian dimulai proses produksi.

Sebut Hasto buta huruf

Andi Arief membantah menyebar informasi bohong mengenai surat suara yang sudah tercoblos.

“Saya mengimbau supaya dilakukan pengecekan,” ujar Andi dilansir dari Kompas.com dalam artikelnya: Bantah Sebar Hoaks, Andi Arief Sebut yang Dilakukannya Imbauan agar Dicek.

Dia menyayangkan ada pihak menudingnya sebagai penyebar hoaks, satu di antaranya Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Hasto menyebut pernyataan Andi Arief provokatif dan berbahaya.

Pernyataan Andi juga dinilai sudah memenuhi delik hukum.

Baca juga  Alan Singkali : Pemilih Milenial Jangan Pilih Partai Yang Mendukung Perda Berdasarkan Agama

“Suruh baca twit saya dengan jelas,” ujar Andi Arief.

Melalui akun Twitter-nya, Andi menuliskan kembali pendapatnya tentang tuduhan Hasto dan menyebutnya buta huruf.

Ia tak soal jika dilaporkan ke polisi gara-gara cuitannya itu.

“Tinggal aparat hukum mau berfihak pada Hasto Sekjen PDIP yang buta huruf membaca tuit saya, atau berpihak pada saya yang ingin menyelamatkan pemilu supaya jurdil,” ucap dia.

Penyebar hoax layak disebut pengacau

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahmud MD menganggap layak penyebar hoax tujuh kontainter surat suara yang sudah tercoblos harus dilaporkan ke kepolisian untuk diusut.

Mahfud MD justru melihat informasi itu sejak awal sudah tak masuk akal karena KPU RI belum mencetak suara dan speciment surat suara belum diumumkan.

“Mungkin itu trick politik, mungkin juga gerakan untuk mengacau. Apapun, sudah benar @KPU_RI lapor ke polisi dan polisi harus usut,” usul Mahfud MD dalam cuitannya di akun Twitter @mohmahfudmd.

Selain pandangan soal hukum, Mahfud MD juga memberikan penjelasan tahapan bagaimana surat suara  dicetak.

Sebelum dicetak masak, harus ada speciment surat suara yang ditunjukkan kepada peserta pemilu atau diumumkan secara terbuka kemudian disepakati.

“Setelah itu dicetak dengan pengawasan ketat. Setelah itu baru bisa dicetak yang palsu. Jadi tak logis jika sekarang sudah ada 7 kontainer surat suara yang dicoblos,” imbuh dia.

Sebelum geger soal tujuh kontainer, kemarin ada berita yang tak kalah menyita perhatian, yaitu bantahan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo tentang pernyataan calon presiden 02 Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto disoal karena mengatakan satu selang cuci darah dipakai untuk 40 pasien cuci darah di RSCM.

“Saya dapat laporan di RSCM ada alat pencuci ginjal yang seharusnya alat itu punya saluran-saluran dari plastik dari karet dan dari alat-alat tertentu yang hanya boleh dipakai satu orang satu kali,” ungkap Prabowo Subianto.

Baca juga  Bareskrim Polri : Tangkap Penyebar Hoaks 7 Konteiner Surat Suara Pilpres

Dalam pidatonya saat Ceramah Kebangsaan Akhir Tahun di Hambalang, Prabowo Subianto menilai seharusnya alat-alat tersebut dipakai sekali dan hanya untuk satu pasien, tidak bisa dipakai berulang.

Berdasar laporan yang Prabowo Subianto terima, alat-alat yang sama justru dipakai untuk 40 pasien cuci darah di RSCM.

“Saya dengar ada yang melaporkan, di RSCM hari ini dipakai untuk 40 orang. Jadi orang yang sakit ginjal dia harus hidup dari pencucian darah. Tapi kalau dia ke RSCM alatnya dipakai 40 orang dia dapatnya bisa macam-macam,” sambung Prabowo Subianto.

Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti didampingi jajarannya langsung menghadapi media dan bereaksi atas pernyataan Prabowo Subianto.

“RSCM selama ini dalam melaksanakan pelayanaan kesehatan kepada masyarakat termasuk pelayanan cuci darah itu menganut azas untuk patient safety,” ungkap Lies, Rabu (2/1/2019).

“Jadi untuk keselamatan pasien dan kami menjaga mutu pelayanan yang kami sampaikan kepada pasien-pasien di RSCM selama ini. Khususnya pelayanan hemodialisis dan cuci darah memang digunakan selang untuk sekali pakai,” tegas dia. (SN/Red)

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Kisruh UU Cipta Kerja: Aktivis Ancam Kepung Reses Anggota DPR Willy Aditya dan Ach Baidowi

Madura- Sejumlah aktivis penolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang berasal dari Madura menyerukan untuk …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: