Beranda > Bisnis > Krisis Lira Turki Disebut Mulai Menjauh

Krisis Lira Turki Disebut Mulai Menjauh


Ilustrasi (OZAN KOSE/AFP )

Ankara: Lira Turki melanjutkan pemulihannya dari rekor terendah, tetapi bukan berarti kondisi pelemahan sudah berakhir. Pasalnya, tarif Amerika Serikat (AS) masih memberikan ancaman dan belum ada rencana komprehensif guna mengatasi pelemahan ekonomi Turki termasuk bantuan jangka panjang guna meminimalisir risiko.

"Saya pikir Anda akan melihat beberapa pemulihan yang sangat cepat dan cukup tajam, tetapi trennya tidak terlalu baik dan saya menduga krisis ini telah semakin jauh," kata Kepala Eksekutif Principal Global Investors Jim McCaughan, seperti dilansir dari CNBC, Jumat, 17 Agustus 2018.

"Ini bisa diperketat oleh bank sentral, yang akan memperlambat ekonomi tetapi mungkin menguatkan mata uang. Itu bisa menjadi langkah yang berarti untuk mengurangi defisit perdagangan atau defisit fiskal, keduanya mungkin," tambah McCaughan.

Mata uang lira diperdagangkan pada level 5,79 terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pukul 10:30 Kamis pagi waktu Istanbul (5:30 pagi ET), bergerak dari rekor terendahnya di 7,24 pada Senin. Sebelumnya, mata uang merosot sebanyak 20 persen terhadap greenback dalam satu hari perdagangan Jumat lalu.

Baca juga  Penjualan Ritel di AS Diprediksi Melampaui Target di 2018

Kondisi itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penggandaan tarif baja dan aluminium di Ankara, sebagai ganjaran atas penahanan lanjutan Turki kepada pendeta Amerika Andrew Brunson. Brunson telah ditahan di Turki sejak 2016 atas tuduhan spionase dan rencana kudeta, tuduhan yang dibantahnya.

Lira telah kehilangan lebih dari 40 persen nilainya terhadap USD pada tahun ini, memicu kekhawatiran penularan dan aksi jual di pasar negara berkembang. Investor telah lama meminta sinyal kebijakan yang akan membangkitkan kepercayaan di negara itu. Adapun Presiden Turki Recep Erdogan telah dikritik karena tidak mengizinkan independensi bank sentral.

"Dengan defisit kembar, Turki memiliki kebutuhan pendanaan eksternal yang besar. Dan sejujurnya, USD15 miliar dalam pendanaan dari Qatar itu bagus," pungkas McCaughan.

  source: http://ekonomi.metrotvnews.com/globals/xkEnlg7K-krisis-lira-turki-disebut-mulai-menjauh

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Lingkungan Tercemar, BADKO HMI Mal-Malut: Pemerintah Harus Segera Cabut Izin PT Adidaya Tangguh

SUARANESIA.CO,- Sekertaris Umum Badan Koordinasi HMI Maluku-Maluku Utara, Amirudin mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara terkesan …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: