Beranda > Nasional > Koordinator Wilayah 1 Sumut – NAD PP GMKI Mengutuk Keras Pemukulan Kepada Mahasiswa Balikpapan Oleh Aparat Kepolisian

Koordinator Wilayah 1 Sumut – NAD PP GMKI Mengutuk Keras Pemukulan Kepada Mahasiswa Balikpapan Oleh Aparat Kepolisian

Suaranesia.co – Koordinator Wilayah Pengurus Pusat GMKI Sumatera Utara -NAD periode 2018-2020, mengecam tindakan Represif Kepolisian dalam mengamankan demonstrasi mahasiswa dalam rangka memperingati HUT Balikpapan yg ke 122 tahun.

Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Balikpapan termasuk GMKI Cabang Balikpapan, di halaman kantor DPRD Balikpapan Pada Senin (11/2/2019) kemarin berujung ricuh. Akibatnya, sebanyak sebelas orang harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS).

Terkait tindakan arogan yang dilakukan oleh aparat kepolisian, Gito M Pardede Koodinator Wilayah GMKI Sumut ketika diwawancarai di Sekretariat GMKI Medan, Senin (11/2/2019) mengutuk tindakan arogansi dan kekerasan yang dilakukan pihak kepolisian kepada kelompok mahasiswa yang melakukan unjukrasa. Menurutnya pihak kepolisian gagal merespon sikap mahasiswa dalam menyampaikan pendapat dengan cara yang aman

“aparat seharusnya paham dengan tugasnya sebagai pengayom masyarakat, aksi yang dilakukan teman teman GMKI dan Kelompok Cipayung lainnya adalah agenda yang sah dimata hukum, tidak sekali dua kali aparat menunjukkan kearoganan nya dalam menjaga perjalanan aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa, jangan dipukul polisi itu menjaga dan mengawal” tegas Gito

Baca juga  Wapres UIN Jakarta Nilai Jokowi Tidak Tegas Soal Perppu KPK

Sesuai yang dipaparkan oleh Gito terkait dengan kronologis kejadian Massa aksi berkumpul di musterpoint sekitar pukul 10.00 wita, Aksi ini kemudian dibuka oleh korlap dan humas aksi dipertigaan plaza balikpapan sekitar pukul 11.00 wita kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju titik aksi didepan kantor dprd kota balikpapan, setibanya di titik aksi sekitar pukul 11.30 wita korlap dan massa aksi mulai berorasi, kemudian aksi dihentikan sementara dikarenakan waktu sholat dzuhur telah tiba, tepat pukul 12.30 massa aksi kemudian melanjutkan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD kota balikpapan, namun dikarenakan ketua DPRD kota balikpapan yang tidak kunjung menemui massa aksi sekitar pukul 13.30 massa aksi terpaksa memblokade jalan dan berorasi ditengah jalan, kemudian pihak aparat Kepolisian membubarkan massa aksi dengan memukul beberapa massa aksi secara diam-diam sembari terjadi saling dorong antar massa aksi dan pihak aparat keamanan,  sekitar 16.00 wita sebagian masa aksi melaksanakan sholat ashar dan meninggalkan barisan massa,

“inilah awal mula dari bentrokan brutal yang terjadi antara massa aksi dan aparat kepolisian yang diduga diprovokatori oleh direktur intelkam polda kaltim yang mulai memaki serta menendang massa aksi yang duduk secara tertip ditengah jalan, dari peristiwa bentrokan ini beberapa massa aksi terluka” ujar Gito

Baca juga  Malam Puncak Dies Natalis GMKI Ke 69, Wakil Gubernur Kaltim Bicara Pluralisme

Gito juga menyayangkan sikap aparat yang gagal dalam mengawal aksi aksi dijalan, buntutnya adalah kegagalan dmokrasi yang seharusnya silindungi oleh UU.

“Sangat disayangkan hal seperti ini terjadi kembali,  Kami GMKI yang ada di sumut mengutuk aksi Represif yang dilakukan kepolisian kepada kawan kawan mahasiswa di Balikpapan, ini arogansi aparat. harusnya pihak kepolisian mengedepankan sikap humanis dalam mengawal aksi unjukrasa yang secara sah diizinkan oleh Undang-Undang itu, dan kita akan turunkan seluruh kader GMKI sumut untuk aksi di Polda Sumut dan polres di daerah secara serentak sebagai bentuk protes kami terhadap tindakan kepolisian” tutur gito.

Bersama dengan ini Gito meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Tito Karnavian untuk mencopot Kapolres Balikpapan. Menurut gito Kapolres Balikpapan tak mampu menjaga hak hak bersuara mahasiswa di Balikpapan.

Berdasarkan keterangan saksi bentrokan yang dialami mahasiswa dalam agenda memperingati HUT Balikpapan ke 122 menyoroti penanganan kasus korupsi dan penanganan banjir di Balikpapan. (SN)

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, Aktivis Lingkungan Minta Sri Mulyani Periksa Pajak Best Agro

Jakarta-Menyambut hari kesaktian Pancasila, Jaringan Aktivis Peduli Lingkungan Hidup (JAPHI) kembali menyoroti sengketa lahan yang …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: