Beranda > Umum > Konflik agraria Di Kelurahan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan

Konflik agraria Di Kelurahan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan

Dampak dari pandemic covid 19 tak hanya disektor kesehatan, tapi juga Sektor ekonomi juga mengalami dampak serius, PHK dan pengganguran terjadi dimana-dimana.

Karena, dalam kondisi pandemi Covid-19 yg demikian, telah berdampak nyata terhadap beban kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia, Maka Penggusuran yg dilakukan oleh pemerintah pada saat kondisi pandemic Covid-19 merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan.

Penggusuran yg dilakukanpun dengan penanganan yg represif dan intimidasi terhadap masyarakat dan mahasiswa yg ikut mengawal dan membantu warga yg tergusur.
Dilahan yg digusur sendiri tidak pernah mengalami banjir sehingga tidak ada urgensi nya untuk melakukan penggusuran, apalagi di tengah kondisi yang Krisis seperti sekarang.

Komnas HAM RI pun mengeluarkan lima imbauan untuk tidak melakukan penggusuran Selama pandemic :

“Pertama, tetap menjaga kondusitivitas situasi dan kondisi sehingga tidak terjadi eskalasi sengketa atau konflik,”
Kedua, Komnas HAM juga mengimbau agar tidak melakukan tindak kekerasan dalam bentuk apa pun. Ketiga, Komnas HAM meminta kepada pemangku kepentingan agar tidak melakukan tindakan penggusuran dan/atau pengusiran secara sepihak.
Tidak melakukan tindakan penggusuran atau pengusiran secara sepihak sebelum adanya penyelesaian bersama yang terbaik oleh para pihak yang bersengketa,
Imbauan keempat, Komnas HAM meminta agar tidak melakukan tindakan pelanggaran hukum. Terakhir, Komnas HAM meminta agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi sebagai pelanggaran hak asasi manusia.
kelima tindakan yang telah disebut diatas tidak sepatutnya dilakukan di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini.

Baca juga  Ariza Patria Calon Kuat Wagub DKI Jakarta Dari Partai Gerindra

Gubernur Anis Baswedan selaku pimpinan tertinggi di pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam janji masa kampanye Pilgub DKI, Anies selalu menolak penggusuran. Berulang kali Anies menegaskan sikapnya menolak segala bentuk penggusuran yang dilakukan pemerintah sebelumnya. Dan Anies pun berjanji tidak akan melakukan itu. Contohnya saat disampaikan kepada warga di Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara pada 11 Maret 2017.
“Menggusur itu hanya akan menyebabkan kesengsaraan buat warga. Karena itu saya berkomitmen tidak akan melakukan penggusuran,” .
Tetapi yang diucapkan tidak konsisten, faktanya hari ini Pak Anies melakukan penggusuran diMenteng dalam, Tebet Jaksel ini, dimana warga telah menetap disana dari tahun 1937
Dan sekarang adalah generasi kelima yg menetap dilahan itu.
Ini menunjukkan cara kepemimpinan Anis yg hanya mementingkan jabatan, dan Tidak mementingkan rakyat.

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Kabaintelkam: Pengamalan Nilai Pancasila dan Kepastian Hukum Harus Dilakukan Untuk Membangun Papua

Suaranesia.co, Jakarta | Kabaintelkam Polri Komjen Paulus Waterpauw menyebut pengamalan dan penghayatan nilai-nilai Pancasila harus …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: