Beranda > Nasional > Kebijakan UKT Dianulir, Konsistensi Rektor Universitas Bengkulu Dipertanyakan
Rektor Universitas Bengkulu Dinilai Inkonsisten

Kebijakan UKT Dianulir, Konsistensi Rektor Universitas Bengkulu Dipertanyakan

Bengkulu-Pandemi Covid-19 belum berlalu. Ternyata selain penanganan covid, kebijakan pun belum mampu diakomodir dengan bagus, baik itu kebijakan internal maupun eksternal dari pihak kampus universitas Bengkulu.

Terlihat dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pimpinan universitas Bengkulu yang dinilai tidak konsisten.

Menyikapi kebijakan yang dikeluarkan pihak kampus UNIB, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bengkulu angkat bicara menyikapi kebijakan tersebut.

Hal ini diungkapkan Purwanto, Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan Badan Pengurus Cabang GMKI Bengkulu kepada redaksi, Rabu (1/7).

“Kami (mahasiswa) bukan boneka. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pimpinan Universitas Bengkulu dalam hal ini Rektor sangat tidak konsisten,” ucap Purwanto.

Dikatakan dia, tanggal 26 Juni 2020 yang lalu, Rektor Universitas Bengkulu Prof. Dr Ridwan Nurazi S.E, M.Sc mengeluarkan kebijakan No. 7497/UN30/HK/2020 tentang UKT Mahasiswa.

Lanjutnya, Terlihat di poin 4, bahwa mahasiswa semester akhir dibebaskan UKT dengan syarat tinggal Tugas Akhir atau skripsi.

“Ini disambut baik oleh mahasiswa tingkat akhir. Tetapi kemudian hari ini tanggal 01 Juli 2020, dikeluarkan kembali kebijakan bernomor 7627/UN30/EP/2020 oleh Wakil Rektor Bidang Akademi tembusan Rektor. Ini dalam surat tersebut adalah penghapusan poin 4 Surat Edaran Rektor sebelumnya,” beber Purwanto.

Dia mengtakan, poin-poin yang disampaikan mengundang pertanyaan.

“Kenapa begitu cepat memutuskan kebijakan dengan selang waktu lima hari. Apakah Rektor Unib cacat kebijakan atau sedang mempermainkan mahasiswa?. Kita ngga tau,” Ungkap Purwanto yang menanungi Perguruan Tinggi di GMKI Bengkulu.

Sambungnya, mahasiswa harus diberi kepastian terutama dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Karena efek domino dari covid ini berpengaruh ke segala lini, terutama perekonomian orang tua mahasiswa.

“Memang tidak ada poin yang salah, tetap kita menginginkan kekonsistenan pimpinan Universitas Bengkulu dalam mengeluarkan kebijakan yang ada. Jangan jadi memperkeruh suasana. Kami bisa ambil langkah tegas nanti,” pungkasnya

Senada dengan Purwanto, Josua Simangunsong (Ketua Cabang GMKI Bengkulu) menyampaikan bahwa sebelumnya GMKI bersama-sama dengan OKP lainnya juga sudah melakukan kajian.

“Kami sudah melakukan kajian dan menyampaikan secara langsung keresahan mahasiswa kepada Gubernur, dan seluruh Rektor di Provinsi Bengkulu,” kata Josua.

Kajian yang disampaikan kata dia, terkait biaya kuliah atau UKT yang harus dibayar full. Yang tentunya sangat membebani mahasiswa.

Pasalnya, dikatakan dia, fasilitas kampus tidak dinikmati, namun mahasiswa dituntut untuk membayar uang kuliah dengan nominal yang sama seperti saat normal. Padahal kondisi saat ini yang kita tahu bersama bahwa Indonesia bahkan dunia mengalami Pandemi covid-19.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh rektor UNIB mengenai keringanan uang kuliah pasca pertemuan dengan Gubernur Bengkulu tentu meniupkan angin segar bagi mahasiswa.

“Minimal ada keringanan. Paling tidak, dapat membantu mahasiswa. Namun kekecewaan terjadi ketika baru-baru ini kebijakan yang dikeluarkan sudah diubah kembali. Bahkan yang paling mengecewakan, kebijakan yang baru keluar itu menghapuskan poin tentang peniadaan uang kuliah bagi mahasiswa akhir yang tinggal menyelesaikan skripsi/ tugas akhir,” imbuhnya.

Diakuinya, sebagian mahasiswa tingkat akhir sudah mengumpulkan dan memberikan syarat tersebut.

“Ini sangat mengecewakan,” ucapnya.

Dia menilai, Rektor Unib plin-plan dalam mengambil kebijakan. Jika memikirkan kondisi mahasiswa dan memang berniat untuk membantu, silahkan lakukan dengan tulus.

Saya masih ingat statemen Gubernur pada saat pertemuan dengan mahasiswa dan rektor se Provinsi Bengkulu.

“Bahwa tidak boleh ada satupun mahasiswa yang tidak kuliah akibat tidak memiliki uang di masa pandemi saat ini,” kata Josua menirukan perkataan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat pertemuan.

“Saya pikir, Bapak Rektor UNIB Prof. Dr. Ridwan Nurazi S.E, M.Sc terkasih sudah bisa menangkap makna yang tersirat dalam statemen Gubernur Bengkulu,” tutupnya. (rls)

Baca juga  Wajah Baru PP GMKI, Berikut Struktur Pengurus Masa Bakti 2018-2020,

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Konferensi Cabang XV GMKI Bengkulu

Resmi, Konferensi Cabang XV GMKI Bengkulu Dibuka, Ini Bahasan Utamanya!

Suaranesia.co, Dalam momen memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 92, GMKI Bengkulu Rabu siang (28/10) gelar pembukaan …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: