Beranda > Regional > KECEWA KINERJA PEMERINTAH, KANTOR PEMKO MEDAN DAN DPRD KOTA MEDAN DISEGEL

KECEWA KINERJA PEMERINTAH, KANTOR PEMKO MEDAN DAN DPRD KOTA MEDAN DISEGEL

Suaranesia.co, Medan – Menyikapi persoalan persekusi pada jemaat GBI Philadelfia Griya Martubung GMKI Medan menyatakan bahwa pemerintah gagal dalam memberikan solusi dan menjembatani penyelesaian konflik agama. Pemerintah juga tidak memberikan ruang akomodatif untuk mempermudah proses admisnistratif dalam izin-izin pendirian rumah ibadah.

Ratusan massa yang kesal memaksa masuk kedalam kantor Walikota dan DPRD Kota Medan karena tidak mendapatkan tanggapan dari Walikota dan DPRD kota Medan.

Dengan hadangan aparat polisi dan satpol pp massa meminta walikota bisa kooperatif untuk menerima mahasiswa masuk dan berdialog terkait penyikapan kasus persekusi atas nama agama.

Usut punya usut ternyata Walikota Medan dan jajaran nya tidak berada ditempat, begitu juga dengan puluhan Anggota Dewan yang ada di DPRD Kota Medan.

Menurut Hendra Manutung selaku Ketua badan Pengurus Cabang (BPC)  GMKI Medan mengatakan bahwa Penyegelan Kantor Walikota Medan dan Kantor DPRD dikarenakan mereka sudah mengabaikan fungsi nya sebagai exekutif dan legislatif.

“Kita menyesalkan tindakan Walikota Medan, Anggota DPRD Kota Medan yang tidak kooperatif dan seakan-akan seperti pecundang yang tidak mampu mempertanggungjawabkan sumpah jabatan saat menjadi pimpinan kota medan, jika Kantor ini tidak ada aktivitas dan dalam jam kerja  pemerintah tidak berada ditempat untuk mengayomi masyarakat maka atas nama rakyat kota medan kantor ini disegel” tutur Hendra saat membacakan pernyataan sikap didepan kantor Walikota Medan, Rabu (16/1/2018)

Baca juga  Nurani Perempuan Padang Desak Sahkan RUU PKS

Hendra juga menilai DPRD tidak proporsional sesuai dengan profesionalismenya. Sebab anggota dewan adalah penyambung lidah rakyat.

Foto : Massa aksi mendusuki kantor DPRD Kota Medan dan menyegel Kantor akibat kecewa atas kinerja anggota dewan. (ist)
Foto : Massa aksi mendusuki kantor DPRD Kota Medan dan menyegel Kantor akibat kecewa atas kinerja anggota dewan. (ist)

 

Hal yang senada juga disampaikan oleh Piki Darma Kristian Pardede selaku Wakil Ketua dan Koordinator Aksi, ia menyatakan sikap pengecut dari pemerintah Kota Medan dan DPRD Kota Medan yang tidak mau menemui massa aksi dan mangkir saat jam kerja merupakan tindakan yang memalukan.

“Ini sangat memalukan, walikota dan Dewan-dewan seakan akan pengecut dan tidak tau diri bahwa mereka itu adalah wakil rakyat, ini bukan aksi yang pertama kali yang tidak dihadiri oleh petinggi-petinggi ini. Masyarakat Kota Medan sudah tahu bahwa kinerja walikota medan dan anggota dewan sangat buruk dan nihil prestasi, masak jam kerja pada mangkir semua, dan saat ditemui pegawainya pun tak tau kemana walikota nya dan dewan dewannya, ini patut di apresiasi dengan memberikan rapor merah atas kinerja buruk pemerintah kota medan.” ujar piki.

Ia juga menambahkan persoalan persekusi adalah persoalan yang serius dan harus ditangani dengan kebijakan yang akomodatif dan adil.

Baca juga  Jelang Peringatan Hari Anti Korupsi 2018, KORWIL I GMKI sumut-Aceh : Sumut Darurat Korupsi
Foto : Massa berkumpul didepan kantor Walikota Medan dan DPRD Kota Medan. (ist)
Foto : Massa berkumpul didepan kantor Walikota Medan dan DPRD Kota Medan. (ist)

 

Dengan desakan massa yang berjumlah ratusan, massa menutup dan menyegel Kantor Walikota dan DPRD Kota Medan dengan membuat spanduk disegel tepat di gerbang kedua kantor. Dan membakar ban bekas tepat didepan gerbang dan berteriak yel-yel “turun, turun dewan, turun dewannya sekarang juga, pecat, pecat pecat walikot nya pecat walkot nya sekarang juga”

Aksi ini mendapat simpatik dari masyarakat kota medan yang ikut gerah terhadap kinerja pemerintah yang tidak kunjung menghasilkan prestasi.

Seorang pengendara bermotor mengapresiasi dan memberi dukungan kepada GMKI Medan dalam mengevaluasi kinerja pemerintah.

“Sahabat GMKI sudah melakukan hal yang benar, kalau tidak dewan kita yang menerima aspirasi rakyat siapa lagi? Jangan hanya janji-janji dan hanya muncul saat pileg” tutur pengendara tersebut. (Red/SN)

 

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Pasangan MARGUNA Samosir

Petani Samosir Sering Gagal Panen, MARGUNA: Kita Akan Bangun Embung untuk Pengairan

Jakarta-Kurang lebih 80% penduduk Kabupaten Samosir merupakan petani. Maka dari itu, petani harus kita sejahterakan …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: