Beranda > Foto > Jokowi Akan Hadir, GAMKI Jabar: Perayaan Natal Jangan Seremonial
Theo, Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Jawa Barat.

Jokowi Akan Hadir, GAMKI Jabar: Perayaan Natal Jangan Seremonial

 

SUARANESIA.CO- Perayaan Natal Nasional yang akan digelar di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat ini masih menjadi perdebatan di internal umat Kristiani. Pasalnya, tidak semua umat Kristiani di semua daerah bisa melakukan Perayaan Natal.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Jawa Barat, Theo Cosner, Sabtu (21/12) dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Theo, pada momentum Natal tahun ini, umat Kristiani tidak semua bisa merayakan Natal, disebabkan karena adanya tindakan penutupan rumah ibadah, seperti yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

“Kita harus berani jujur, bahwa hari ini peningkatan kasus intoleransi semakin marak terjadi.” Kata Ketua Umum GAMKI Provinsi Jawa Barat, Theo.

“Setiap warga negara yang paling penting adalah bisa ber-ibadah atau merayakan hari besar keagamaan di rumah ibadah masing-masing dengan aman tanpa kuatir akan diganggu dan ditolak oleh pihak manapun.” Kata Theo dalam keterangan tertulisnya.

Informasi, Perayaan Natal Nasional tahun ini, akan diselenggarakan umat Kristiani bertempat di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat. Pada perayaan Natal Nasional ini juga, Presiden Jokowi dan Para Jajaran Menteri akan hadir.

Baca juga  Tak Balas Surat Permohonan Transparansi Anggaran Covid-19, PHR Akan Kirim Surat Gugatan

Meski demikian, Theo tak menampik bahwa, apabila pelaksanaan Natal Nasional tetap dilaksanakan, tanpa melihat umat Kristen yang tidak dapat merayakan Natal karena rumah ibadahnya di tutup. Maka, sambung Theo, perayaan Natal hanya sebatas acara seremonial.

“Jika pemerintah tetap melaksanakan Natal Nasional, sebagai simbol dan bentuk perhatian secara seremonial bahwa negara menjunjung tinggi kemajemukan agama di Indonesia. Kami mengharapkan pemerintah bisa juga memberikan perhatian secara substansial,” sambung Theo.

“Yakni menyelesaikan terlebih dulu masalah penolakan pembangunan rumah ibadah, ataupun pelarangan ibadah Natal yang ada di berbagai daerah.” Tutup Theo. (Haji Merah).

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Kembali Buat Ulah, DEMA UIN Desak Stafsus Milenial Jokowi Mundur

DEMA UIN Jakarta Mengecam Pertemuan Aminudin Ma’ruf dengan DEMA PTKIN Plt Ketua DEMA UIN Syarif …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: