Beranda > Foto > Jelang Natal, GAMKI: Pemerintah Harus Serius Tangani Intoleransi

Jelang Natal, GAMKI: Pemerintah Harus Serius Tangani Intoleransi

 

SUARANESIA.CO – Fenomena Intoleransi sampai sekarang masih belum juga bisa diselesaikan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Anak Muda Kristen Indonesia, Provinsi Jawa Barat, Theo Cosner, Rabu (18/12) dalam keterangan tertulis.

Pernyataan itu disampaikan Theo berdasarkan data yang dikutip dari Setara Institute tahun 2014-2019 dan Lingkar Survei Indonesia (LSI) dalam penelitian Intoleransi di Indonesia.

“Kita melihat bahwa banyak peristiwa intoleransi dan diskriminasi yang terjadi, antara lain pelarangan pendirian rumah ibadah, perusakan rumah ibadah atau properti, pelarangan terhadap ritual atau ceramah, atau pelarangan terkait kebudayaan etnis tertentu.” Kata Theo dalam keterangan tertulisnya.

Berdasarkan aturan yang telah ditetapkan Pemerintah, ada tata cara pendirian rumah ibadat diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 Tahun 2006 dan No. 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat.

Theo berharap, Pemerintah bisa serius dalam menangani persoalan Intoleransi dan diskriminasi di Indonesia. “Tentunya kita berharap keseriusan dari Pemerintah terkait penanganan persoalan intoleransi dan diskriminasi,” Jelas Theo.

Selain itu, kepada Pemerintah terkait, diantara Menteri Agama, Theo juga meminta agar, Menteri Agama bisa bersikap tegas dan bisa segera mengevaluasi Peraturan Bersama yang sudah dibuat itu. “Apakah sudah berjalan ideal? Atau justru digunakan oleh oknum-oknum pemerintahan maupun ormas atau individu tertentu, untuk menghambat hak beribadah dan memeluk agama setiap warga negara.” Tegas Theo.

Informasi, umat Kristiani akan menyelenggarakan Natal Nasional di Jawa Barat, tepatnya di Kota Bogor. Seperti diketahui, peristiwa Intoleransi yang paling banyak terjadi adalah di Kota ini. Terutama pelanggaran terhadap kebebasan beragama. (HM).

Baca juga  Dikabarkan Massa Bayaran. Mahasiswa Unindra Tuntut Media Penyebar Hoax

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Kembali Buat Ulah, DEMA UIN Desak Stafsus Milenial Jokowi Mundur

DEMA UIN Jakarta Mengecam Pertemuan Aminudin Ma’ruf dengan DEMA PTKIN Plt Ketua DEMA UIN Syarif …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: