Beranda > Regional > Ikuti Anjuran Pemerintah, Ibadah Rumah di Bekasi Malah Dibubarkan, Berikut Kronologisnya!

Ikuti Anjuran Pemerintah, Ibadah Rumah di Bekasi Malah Dibubarkan, Berikut Kronologisnya!

Bekasi– Korban penderita Covid-19 semakin bertambah di Indonesia. Tercatat per tanggal 19 April 2020, jumlah positif corona sebanyak 6.575, sembuh 686 orang, dan meninggal 582 orang.

Sejak kondisi ini melanda Indonesia, pemerintah pusat dan tim gugus percepatan penanganan Covid-19 menerapkan social dan physcal distancing. Dari himbauan tersebut, pemerintah melarang sementara kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang, salah satunya adalah ibadah keagamaan.

Pemerintah meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan ibadah di rumah masing-masing, dan tidak datang ke rumah ibadah (Gereja, Masjid, Vihara, Pura, dan tempat ibadah lainnya). Hal ini dilakukan guna menghindari penyebaran Covid-19.

Namun kejadian yang tidak mengenakkan dirasakan satu keluarga di Kampung Rawa Sentul, Kec. Cikarang Pusat, Kab. Bekasi. Saat melakukan ibadah hari Minggu di rumahnya, mereka dibubarkan oleh dua orang dari masyarakat setempat.

Saat dihubungi redaksi, Keluarga Sihombing/ Br. Sianturi yang merupakan korban menceritakan kronologi kejadian.

Seperti hari Minggu biasa, mereka melakukan ibadah di rumah untuk keenam kalinya. Ibadah di rumah dilakukan setelah adanya himbauan dari pemerintah untuk menghindari keramaian.

Ketika ibadah berlangsung, tiba-tiba ada dua orang dari warga setempat yang mendatangi rumah Sihombing dan sontak marah-marah. Sembari membawa kayu, salah seorang meminta ibadah yang sudah berjalan hikmat tersebut dibubarkan.

Dia mengancam keluarga Sihombing apabila tidak menghentikan ibadah. Bahkan mereka bilang akan datang kembali ke rumah dengan jumlah massa yang lebih banyak apabila tidak menghentikan ibadah.

Dalam video yang sempat direkam oleh salah seorang keluarga yang merupakan anak Sihombing, kedua orang tersebut marah-marah dan menunjuk-nunjuk keluarga Sihombing.

“Kami sangat menyesalkan tindakan yang sudah kami alami ini. Padahal kami hanya menjalankan dan menaati himbauan pemerintah. Tetapi masih ada aja yang mengusik,” ujarnya.

Ibadah di minggu-minggu sebelumnya, diakuinya berjalan hikmat tanpa gangguan. Namun hal yang tidak diinginkan terjadi hari ini.

Menurut informasi dari pihak keluarga, ibadah tersebut hanya dihadiri keluarga inti (orangtua, anak-anak, serta nenek dan adik kandung yang tinggal di sekitar daerah tempat tinggal mereka).

“Apabila tidak ada virus ini, kami pun tidak akan ibadah di rumah. Kami mengindahkan himbauan pemerintah, kami rasa sudah adalah jaminan dari pemerintah,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, Perangkat Desa dan FKUB setempat sempat bertemu dengan pihak keluarga Sihombing, namun solusi tidak didapatkan. Malahan, keluarga Sihombing ini diminta untuk datang ke rumah orang yang menolak ibadah untuk meminta maaf.

Karena itu, mereka ke kepolisian untuk melaporkan persoalan ini dan mengharapkan kepolisian dapat membantu penyelesaian.

Hingga berita ini turun, diketahui pihak kepolisian sedang cek TKP untuk mengetahui fakta di lapangan.

Baca juga  Istana Ingin Bentuk Struktur Wakil di KSP, Apa Tanggapan PPP ?

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

BARAK Kembali Desak Polrestabes Bandung Usut Tuntas Kasus Kekerasan Dibawah Umur

SUARANESIA.CO-BANDUNG,- Gerakan masyarakat sipil dari Barisan Aksi (BARAK) Pemuda dan Mahasiswa melakukan aksi lanjutan di …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: