Beranda > Regional > GMKI MEDAN SIKAPI PERSOALAN PERSEKUSI TERHADAP JEMAAT GBI GRIYA MARTUBUNG

GMKI MEDAN SIKAPI PERSOALAN PERSEKUSI TERHADAP JEMAAT GBI GRIYA MARTUBUNG

Suaranesia.co, Medan – Menyikapi tindakan persekusi terhadap warga GBI Philadelfia Griya Martubung oleh sekelompok orang dari agama berbeda yang mengganggu atau mengacaukan pelaksanaan ibadah (kebaktian) minggu, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menyatakan hal tersebut sudah melanggar nilai-nai persatuan dan kebhinekaan yang dianut oleh rakyat Indonesia.

Lebih dari itu, tindakan persekusi berbentuk gangguan terhadap jalannya ibadah tersebut merupakan deretan panjang kasus kekerasan kebebbasan beragama kepada jemaat gereja. Dari perspektif kehidupan berbangsa tindakan itu dikategorikan telah mencoreng Pancasila. Ingin menciptakan perpecahan di tengah-tengah masyarakat.

Dalam aksi solidaritas di kantor Wali Kota dan DPRD Medan, Rabu (16/1/2019), GMKI menyatakan sikap untuk pemerintah bertindak cepat. Demonstrasi dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas terhadap pengalaman tidak mengenakkan yang dialami jemaat.

“Negara ini dibangun atas dasar kesatuan dan keberagaman, dan hukum mejadi panglima tertinggi dalam mewujudkan keadilan dan ketertiban, tidak ada satupun pihak yang bisa memberhentikan ibadah bagi setiap orang” ujar Ketua Cabang GMKI Medan Hendra Leonardo Manurung.

Hendra juga mengatakan pemerintah absen dalam menjembatani penyelesaian masalah persekusi terhadap kebebasan beragama, dan pemerintah lalai dalam fungsi kontrolnya terhadap pengakomodiran hak dasar masayarakat dalam menjalankan kepercayaannya.

Baca juga  Ansar Diminta Tak Maju, Soerya Gamang, Isdianto Kian Mantap Maju Pilkada Kepri

“Kami mengecam alpha nya pemerintah sebagai mediator dalam penyelesaian kasus persekusi, dan pemerintah gagal dalam menerbitkan kebijakan yang seharusnya bisa menjamini keamanan dan kemudahan bagi masyarakat minoritas untuk bisa beribadah, SKB 2 menteri yang menjadi akar permasalahan pembngunan tempat ibadah dinilai cacat hukum harus di evaluasi dan harus dicabut sebab kebijakan tersebut bukan memberikan kemudahan namun malah mempersulit persoalan izin mendirikan bangunan dan menjalankan kepercayaan bagi masyarakatnya dan harus menggantikannya dengan kebijakn yang akomodatif” tutur hendra

Hendra menambahkan, Kapolri harus mengevaluasi kinerja aparat kepolisian yang tidak melindungi hak-hak dan ketertiban selama proses peribadahan berlangsung.

” GMKI secara tegas mengecam Kapolri untuk mengevaluasi jajaran Kapolres Medan Labuhan yang tidak mampu mencegak tindak persekusi dan menyebabkan bubarnya peribadahan bagi jemaat GBI  Philadelfia Griya Martubung” tambah hendra

GMKI Medan juga menyampaikan kepada seluruh masyarakat tidak terprovokasi atas peristiwa ini dan tidak main hakim sendiri dalam penyikapan persoalan izin tempat ibadah dikarenakan ada hukum yang menjadi panglima tertinggi dalam menjaga ketertiban dan keamanan bagi kasus-kasus seperti ini.

 

Berikut pernyataan Sikap GMKI Medan terkait persekusi jemaat GBI Philadelfia Martubung, Medan :

Baca juga  Desak Pemerintah Sahkan RUU PKS, GMKI MEDAN : Dewan Perwakilan Rakyat Jangan Diam.

Mendesak Presiden untuk Mengevaluasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 Tahun 2006 dan No. 8 Tahun 2006, karena Peraturan tersebut adalah akar persoalan sulitnya melaksanakan kebebasan beribadah dan beragama menurut UUD 1945.

  1. Meminta Mendagri agar mengevaluasi, menertibkan, dan menindak tegas Gubernur, Bupati/walikota, camat, Lurah, RT/RW Martubung, yang bersikap intoleran dan menghalangi kebebasan umat beribadah dan mendirikan rumah ibadah.

  2. Mengecam absenya aparat kepolisian dan mendesak Kapolri agar menindak tegas dan memecat jajaran Kapolsek Medan Labuhan, yang gagal mengantisipasi dan melindungi keamanan kebebasan umat beragam dari ancaman dan tindakan-tindakan persekusi kelompok intoleran.

  3. Prihatin dengan sikap masyarakat setempat yang tidak pancasilais, dengan menolak dan menghalangi ibadah jemaat Gereja GBI philadelfia Griya Martubung Medan Labuhan Kota medan, harusnya masyarakat setempat bisa bersabar sampai jemaat selesai beribadah baru berdialog sebagaimana bangsa yang beretika, berbudaya, dan beragama, bukan sebaliknya menunjukan sikap yang tidak beretika, tidak berbudaya dan tidak beragama, untuk itu kami menghimbau agar masyarakat setempat maupun masyarakat umum agar dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila dan kehidupan yang toleran dalam kehidupan sehari-hari agar tidak terjadi perpecahan diantara anak bangsa.

  4. Meminta kepada seluruh jemaat dan gereja agar tetap memenuhi persyaratan dan mekanisme kebebasan beribadah dan mendirikan rumah ibadah menurut konstitusi yang berlaku dalam NKRI.

Baca juga  GMKI Medan : Indonesia Darurat Agraria, Reforma Agraria "Final Solution" Konflik Agraria

Demikianlah pernyataan sikap GMKI Medan dalam merespon kejadian intoleransi yang dialami jemaat Gereja GBI philadelfia Griya Martubung Medan Labuhan Kota medan. “Pancasila adalah kepribadian, Indonesia Rumah Bersama”.

Atas nama kebinekaaan kami masyarakat kota medan mendukung persatuan dan kesatuan dalam Bingkai NKRI

GERAKAN MAHASISWA KRISTEN INDONESIA CABANG MEDAN

Hendra Leonardo Manurung

Ketua Cabang.

Redaksi (GS)

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Pasangan MARGUNA Samosir

Petani Samosir Sering Gagal Panen, MARGUNA: Kita Akan Bangun Embung untuk Pengairan

Jakarta-Kurang lebih 80% penduduk Kabupaten Samosir merupakan petani. Maka dari itu, petani harus kita sejahterakan …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: