Beranda > Bisnis > Ditanya Soal Kasus Penipuan Parcel, Polresta Tangerang Kok Cuek?

Ditanya Soal Kasus Penipuan Parcel, Polresta Tangerang Kok Cuek?

SUARANESIA.CO, KABUPATEN TANGERANG, — Kasus dugaan penipuan paket sembako lebaran dan bahan baku sembako terjadi di wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Dengan modus menawarkan bahan sembako murah, pelaku yang diketahui seorang wanita bernama gadisria ambartari(34) asal Pinang, Tigaraksa, berhasil memperdaya para korbannya hingga tertipu miliaran rupiah.

Dari penelusuran , lebih dari 10 orang telah menjadi korban. Tergiur dengan harga sembako murah para korban rela mentransfer uang 20-50 juta rupiah kepada pelaku. Bahkan ada pula korban yang sudah menyetorkan uang hingga 200 juta rupiah kepada pelaku.

Oleh pelaku, para korban dijanjikan paket sembako akan dikirimkan 4-7 hari setelah transaksi pembayaran selesai dilakukan. Namun, hingga saat ini paket sembako dan bahan baku sembako yang dijanjikan tidak pernah dikirim kepada para korban.

Untuk memuluskan aksinya pelaku sengaja menyewa sebuah rumah di Triraksa Village 1 Blok A3, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Alih-alih membuat para korbannya percaya, rumah tersebut ia jadikan tempat untuk mengemas bahan sembako yang sudah dipesan.

Baca juga  Rektor Universitas Medan Area menyambut Baik Kehadiran Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Lingkungan Universitas Medan Area

Bahkan, agar lebih meyakinkan pelaku juga mempekerjakan beberapa orang karyawan yang bertugas mengemas bahan-bahan sembako seperti minyak goreng, gula, dan beberapa kue kering.

Parahnya lagi, para karyawannya juga diminta untuk ikut mengorder dan mencari konsumen yang mau memesan paket sembako dengan syarat membayar penuh di muka.

“Saya sudah order dan sudah saya kasih uangnya kepada mba Gadis sebesar Rp52 juta lebih, saya transfer. Tapi sampai sekarang barangnya belum dikirim tiap saya tanya dia cuma suruh saya sabar,” ungkap Ani Dwi Fitriani (23), karyawan sekaligus korban saat ditemui, Kamis (14/5/2020).

Ani yang berstatus mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah ini, awalnya tergiur ajakan seorang temannya untuk bekerja di tempat pelaku dengan imbalan sebesar Rp2,500,000 perbulan sejak 6 April 2020 lalu. Namun, jangankan mendapat gaji, justru saat ini Ani dituntut mengganti uang para konsumen yang merasa tertipu.

“Kami tidak digaji dan sekarang suruh mengganti uang para konsumen,” lirihnya

Ani melanjutkan, ia dan para korban melaporkan pelaku ke polresta tangerang pada sabtu 02 mei 2020.

Baca juga  Menkeu Sebut Merdeka Berarti Membayar Pajak

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Tangerang Kompol Gogo Galesung saat dikonfirmasi mengenai kasus tersebut, belum bisa memberikan keterangan dan akan mengecek kasusnya terlebih dahulu.

“Nanti saya cek dulu,” singkatnya

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Konferensi Cabang XV GMKI Bengkulu

Resmi, Konferensi Cabang XV GMKI Bengkulu Dibuka, Ini Bahasan Utamanya!

Suaranesia.co, Dalam momen memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 92, GMKI Bengkulu Rabu siang (28/10) gelar pembukaan …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: