Beranda > Nasional > Dies Natalis GMKI 69, BPIP Ajak GMKI Jaga Identitas Lokal Untuk Memperkokoh Keindonesian

Dies Natalis GMKI 69, BPIP Ajak GMKI Jaga Identitas Lokal Untuk Memperkokoh Keindonesian

Suaranesia.co – Direktur Pengkajian Materi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), DR Muhammad Sabri mengakui bahwa Pancasila mengalami distorsi baik sebagai dasar negara maupun falsafah hidup.

“BPIP hadir untuk merevitalisasi dalam konteks memberi warna agar Pancasila dapat tetap dijadikan sebagai pandangan hidup bagi semua orang Indonesia,” katanya dalam Seminar Nasional Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ke-69 di Golden Harvest Hotel Jambi, Sabtu siang (9/2).

Seminar Nasional bertemakan Jambi Rumah Pancasila Menangkal Korupsi dan Melawan Hoax serta Mengawal Pemilu Damai sekaligus Pendidikan Politik dan Pemilu bagi Mahasiswa. Seminar itu diselenggarakan oleh GMKI Cabang Jambi selama sehari penuh.

Selain Sabri, hadir dalam seminar nasional tersebut adalah Anggota Komisi II DPR RI, Firman Jaya Daeli serta Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS dan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi.

Dalam penyampaiannya, Sabri menegaskan agar Pancasila sebagai kesepakatan bersama harus mengokohkan keindonesiaan. Menurutnya, Keindonesiaan ditopang oleh identitas lokal, keindonesiaan tidak boleh mati oleh identitas lokal. Identitas lokal justru harus semakin mengokohkan keindonesiaan, tentunya dengan welas asih atau cinta kasih.

Baca juga  Peringatan 16HAKTP, KOMPI GMKI Makassar Gelar Dialog RUU PKS

“Setelah Bengkulu dan Bandung, Jambi justru menjadi yang ketiga yang menggelar acara seperti ini di tengah kelesuan kita menghadapi beragam polemik negeri ini. Saya justru senang inisiatif ini justru datang dari organisasi yang berbasis kampus. Artinya kita semua tidak ingin Indonesia tercabik-cabik. Kita ingin Indonesia semakin kuat,” katanya usai acara seminar

Firman Jaya Daeli mengatakan bahwa tidak ada alternatif lain selain Pancasila yang mampu menyatukan beragam perbedaan, budaya, agama, dan sosial. “Keindonesiaan tidak boleh menghilangkan identitas kita justru menjadi sumber kekuatan kita,” katanya.

Sementara itu Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS mengajak semua pihak untuk melawan hoax dan bijak dalam menggunakan media sosial. “Hindari ujaran kebencian, provokatif yang dapat menimbulkan potensi konflik. Kita mengajak semua pihak untuk menyukseskan pemilu agar sejuk damai,” ujarnya. (SN)

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, Aktivis Lingkungan Minta Sri Mulyani Periksa Pajak Best Agro

Jakarta-Menyambut hari kesaktian Pancasila, Jaringan Aktivis Peduli Lingkungan Hidup (JAPHI) kembali menyoroti sengketa lahan yang …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: