Diduga Langgar Kode Etik, Kapolres Nias Deni Kurniawan dilaporkan Ke Propam Mabes Polri

Jakarta – Kapolres Nias, AKBP. Deni Kurniawan, SIK, MH. dilaporkan di Propam Mabes Polri, Kamis (23/07).

Dua orang pemuda Nias di Jakarta, Yanuserius Zega mantan PP GMKI dan Soziduhu Gulo mantan PP PMKRI melaporkan Deni Kurniawan atas dugaan pelanggaran Kode Etik Kepolisian Republik Indonesia.

“Hari ini, Kapolres Nias resmi kita laporkan di Propam Mabes Polri. Tadi sudah diterima langsung di Sentra Pelayanan Propam,” ujar Yanser saat ditemui wartawan.

Lulusan Magister Kajian Ketahanan Nasional Universitas Indonesia (UI) yang sedang menjabat sebagai Wasekjend DPP GAMKI ini menuturkan, komentar Deni Kurniawan tidak menunjukkan sosok seorang atasan, apalagi sebagai penegak hukum. Ini sikap yang tidak layak untuk dicontoh bawahan.

Lanjut Yanser, Deni Kurniawan berucap dengan sewenang-wenang secara langsung kepada warga, dan juga melalui media sosial (Whatsapp Group, Facebook).

Yanser membeberkan, ucapan Deni Kurniawan di Facebook “Kepala bapak kau itu pencitraan. Dengki sekali hati dan pikiran anda. Ciri-ciri manusia yang kebanyakan makan sampah dan minum air comberan”. Dalam grup Whatsapp, Deni Kurniawan berucap “Ada kata2 bijak… “Bodoh memang gratis tapi jangan diborong semua”. Sedangkan ucapan langsung yang dilontarkan kepada abang tukang becak saat membagikan nasi bungkus, Deni berucap “Jangan serakah kamu, Brengsek kamu”.

“Kita ketahui bahwa kepolisian mempunyai pedoman kerja yang dikenal dengan Catur Prasetya, poin 4 yaitu “memelihara perasaan tentram dan damai”. Namun, yang terjadi malah berbanding terbalik,” pungkasnya.

Dikatakan dia, ucapan Deni Kurniawan telah menciderai perasaan masyarakat di Nias.

“Jangan sampai kejadian-kejadian seperti ini terulang. Sebagai penegak hukum, jangan malah menyakiti hati masyarakat,” imbuh Yanser.

Senada, Soziduhu Gulo menambahkan, bahwa komentar Deni Kurniawan di media sosial itu sangat melukai perasaan masyarakat.

Dia membeberkan, laporan ini juga sebagai alarm dan edukasi bagi penegak hukum yang lain, agar tidak terulang.

Dikatakannya, hal ini sudah jelas melanggar Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 14 Tahun 2011, tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia pada Pasal 15 huruf e dengan bunyi “bersikap, berucap, dan bertindak sewenang-wenang”.

Lanjut Soziduhu, laporan akan tetap dikawal hingga kasus dugaan pelanggaran kode etik ini ditindaklanjut oleh Propam Mabes Polri.

“Laporan ini juga akan kami teruskan ke komisi III DPR RI,” ucapnya.

Hingga berita ini ditayangkan, wartawan masih berusaha meminta tanggapan dari Kapolres Nias, AKBP. Deni Kurniawan, SIK., MH.

Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Bagikan
Diposting oleh
Suara Nesia

Berita Terbaru

Bahas Ekonomi Kreatif dan Digital, DPP GAMKI Gelar Webinar

SUARANESIA.CO- Berturut-turut selama 2 hari (6-7/08), Dewan Pimpinan Pusat GAMKI (DPP GAMKI) menggelar kegiatan webinar…

21 jam lalu

Lingkungan Tercemar, BADKO HMI Mal-Malut: Pemerintah Harus Segera Cabut Izin PT Adidaya Tangguh

SUARANESIA.CO,- Sekertaris Umum Badan Koordinasi HMI Maluku-Maluku Utara, Amirudin mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara terkesan…

2 hari lalu

Getol Suarakan LGBT, Rahayu Saraswati Dapat Tanggapan Negatif Dari Warga Tangsel

SUARANESIA.CO,- Perilaku Lesbian, Gay, Bisex dan Transgender (LGBT) yang saat ini masih menjadi wacana publik…

2 hari lalu

Bincang-Bincang Merajut Merah Putih Bersama Fadjroel Rachman

SUARANESIA.CO Pemerintah akan memberikan gaji ke-13 kepada ASN di bulan Agustus ini untuk mendorong ekonomi…

4 hari lalu

Saldo ATM Milik Kiai Pendiri Keluarga Besar Rukyat Aswaja Se-Indonesia Dibobol, Pengurus KBRA Surati Bank BRI Pusat

SUARANESIA.CO - Ketua Keluarga Besar Rukyah Aswaja, Raja Inal Dalimunthe secara resmi melayangkan surat ke…

4 hari lalu

Prestasi Polri: Idham Azis & Listyo Sigit Prabowo Maknai Komitmen Jokowi Tangkap Dan Tindak Djoko Tjandra

SUARANESIA.CO - Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di bawah kepemimpinan Presiden RI Jokowi bersama…

2 minggu lalu