Beranda > Nasional > News > Diduga Bank Emok Meresahkan;Sadi Daud Ketua Badak Banten DPC Saketi Angkat Bicara

Diduga Bank Emok Meresahkan;Sadi Daud Ketua Badak Banten DPC Saketi Angkat Bicara

Pandeglang suaranesia.co-sudah bukan rahasia lagi bahwa yang sudah lekat namanya dimasyarakat yaitu Bank Emok,ada beberapa perusahaan Bank Emok ini yang sudah berjalan melakukan Operasi pengembangan perusahaannya umumnya di Kabupaten Pandeglang,dan khususnya di kecamatan Saketi.

Syaria’h BTPN Salah satu perusahaan Bank Emok yang sudah cukup lama menjalankan usahanya di Desa Majau Kecamatan Saketi-Pandeglang-Banten,ini Diduga sudah membuat resah,karena melakukan penekanan kepada salah satu warga kampung Sindang Sari RT/RW 006/002 Desa Majau-Saketi Pandeglang,yaitu Nani Heryani 32 Tahun,Ia adalah salah satu Nasabah dari Bank Emok Syaria’h BTPN,dan Ia sudah mengatakan bahwa sudah tidak sanggup untuk membayar angsuran,dikarenakan suaminya sudah meninggal,tetapi pihak Bank Emok tetap menekankan angsuran hutangnya,karena dengan alasan yang meninggal bukan atas nama peminjam.Dengan adanya Hal ini Sadi Daud Ketua DPC Badak Banten Saketi angkat bicara.

“Saya Sadi Daud sebagai ketua Badak Banten DPC Saketi,sangat menyayangkan kepada perusahaan Bank-bank Emok yang sudah banyak menjalankan usahanya dikecamatan Saketi,itu menurut saya sudah diduga keluar dari prosedur,karena dalam menjalankan expansi Bank-bank Emok ini,hanya mementingkan agar bagaimana si peminjam dari masyarakat itu lebih diperbanyak,agar lebih banyak keuntungannya,dan ketika ini terjadi seperti ini,jelas akan membuat gaduh dan kurang nyaman di masyarakat,dan saya sebagai ketua Ormas Badak Banten DPC Saketi,menghimbau kepada pihak-pihak bank Emok agar mengindahkan peraturan yang ada,jangan hanya mementingkan keuntungan perusahaan semata,kalau ini tidak diindahkan kami akan bertindak tegas,”papar Sadi Daud 30-03-2021.

Baca juga  Kabur dari Lapas, Humas Polda Aceh : Narapinada Lapas Lambaro Diminta Menyerahkan Diri Secepatnya

Di temui di tempat tinggal mertuanya Nani Heryani Selasa 30-03-2021,Ia menjelaskan,”Saya bukannya lepas tanggung jawab dari hutang piutang saya,namun keadaanlah yang memaksa,sekarang tulang punggung keluarga sudah meninggal,dan sementara untuk kebutuhan sehari-hari saja,saya dan kedua anak saya ditanggung oleh mertua saya.
Saya juga sebenarnya sudah merasa malu karena biaya kehidupan saja sudah ditanggung mertua,apalagi harus membebankan masalah hutang piutang saya,dan saya sekarang juga belum terpikir harus solusinya seperti apa,”ungkap sedihnya.

Sementara kami media suaranesia.co akan konfirmasi ke pihak perusahaan Bank Emok,untuk menggali informasi,seperti apa aturan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan Bank Emok ini,(cep).

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Pemuda Alfa Omega

39 Pemuda Alfa Omega di Halmahera Disiapkan Jadi Pemimpin

Halmahera – Pemuda jemaat Alfa Omega Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) wilayah pelayanan Tobelo …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: