Beranda > Nasional > Di Demo Mahasiswa, BTNUK Banten Diduga Terima Suap Dari Perusahaan Salvage Soal Aktivitas Jual Beli Besi Di TNUK

Di Demo Mahasiswa, BTNUK Banten Diduga Terima Suap Dari Perusahaan Salvage Soal Aktivitas Jual Beli Besi Di TNUK

PANDEGLANG- Puluhan mahasiswa terhimpun dalam Aliansi Mahasiswa Pandeglang (AMP) yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia ( GPMI ), Jaringan Pemuda Mahasiswa Indonesia ( JPMI ), Assosiasi Gerakan Mahasiswa Indonesia ( AGMI ) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) Labuan. Aksi protes itu dilakukan lantaran diduga adanya pemufakatan jahat yang dilakukan oleh perusahaan salvage dan Pejabat di BTNUK yang berdampak pada pencemaran lingkungan bawah laut di kawasan khusus Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).

Pemufakan jahat yang dilakukan oleh pejabat BTNUK dan perusahaan salvage PT. Meratus Advance Martim terjadi berdasarkan informasi beredar adanya dugaan PT. Meratus Advance Martim menjadikan kawasan strategis TNUK sebagai tempat transaksi jual beli besi tua dari bangkai tongkang yang sudah lama karam dibawah laut,- Ucap Entis

Entis Koordintor Aksi AMP menilai, dugaan mengenai adanya pemufakatan jahat antara perusahaan PT. Meratus Advance Martim selaku perusahaan salvage dengan pihak BTNUK menguat jika kita lihat dari mudahnya pihak PT. Meratus Advance Martim melakukan aktivitas dibawah  laut kawasan strategis TNUK tanpa ada surat izin yang jelas.

Baca juga  Polri Bantah, Dua Pelaku Penyiram Novel Menyerahkan Diri

Ia menjelaskan, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) merupakan kawasan pelestarian alam yang dikelola dengan sistem zonasi untuk optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan. TNUK diketahui dilindungi oleh 26 negara atas keberadanya dengan adanya satwa badak jawa yang dilindungi. Terlebih wilayah TNUK tepatnya kawasan laut ciramea tempat aktivitas salvage dilakukan merupakan tempat bertelurnya penyu dan lumba-lumba hitam.

“Kawasan TNUK disorot oleh Dunia karena diangap memiliki potensi keanekaragaman hayati dan keanekaragaman ekosistemnya yang tinggi. Kalau tidak ada pemufakatan jahat yang terjadi seharusnya tidak semudah itu ada aktitas dibawah laut apalagi kalau benar dijadikan tempat jual besi tongkang yang sudah karam oleh PT. Meratus Advance Mandiri”,-Tegas Entis

Pria biasa disapa Tayo ini menjelaskan perihal aktivitas dibawah laut oleh perusahaan salvage berdasarkan Peraturan Perundangan Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM.71 Tahun 2013 tentang Salvage dan/atau Pekerjaan Bawah Air sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 38 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 71 Tahun 2013 tentang Salvage dan/atau Pekerjaan Bawah Air kembali ditegaskan pada pasal 13 ayat (1) yang menyebutkan bahwa pemilik kapal wajib menyingkirkan kerangka kapalnya dan/atau muatannya ke tempat lain atau dumping area untuk kerangka kapal dan/atau muatannya. Lanjut ia menjelaskan, artinya kalaupun ada aktivas dibawah laut oleh perusahaan salvage bukan hanya untuk menyingkirkan atau mengangkat kapal yang karam.

Baca juga  Terkait Pembangunan Jalan,Pemerhati Kebijakan Pemerintah Nana Suryana Angkat Bicara

Maka dari itu kami dari Presedium Wilayah Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia ( PW.JPMI ), Asosiasi Gerakan Mahasiswa Indonesia ( AGMI ), Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia ( GPMI ), Yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda ( AMP ) Kabupaten Pandeglang mendesak kepada Kepala BTNUK Banten agar melakukan evaluasi kenerja BTNUK Banten, melakukan pemecatan tidak terhormat kepada Oknum Pejabat BTNUK Banten yang diduga melakukan pemufakatan jahat atas aktivitas dibawah air khusus nya kawasan perairan lautan Ciramea, Sumur Pandeglang-Banten.

Serta memberikan rapot merah terhadap perusahaan salvage yang melakuian kegiatan dalam bentuk apapun di TNUK Banten Karena diduga tidak memiliki dasar surat izin salvage dari kementrian perhubungan laut (HUBLA) atau ilegal.

“Adapun apabila hasil kajian kami mengenai dugaan pemufakatan jahat ini mengarah kepada gratifikasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan salvage kepada pejabat BTNUK Banten, tentu kami akan berindak lebih jauh dengan melaporkan pihak terkait kepada KPK di Jakarta”, Tutup Tayo (KIKI)

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Puspolkam Indonesia Dukung Kinerja Pemerintah Tangani Covid-19 di Masa PPKM

Suaranesia.co, Jakarta | Secara khusus, apresiasi diberikan kepada Polri, TNI, dan BIN yang melakukan kerja-kerja …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: