Beranda > Regional > Delapan Narapidana di Solo ‘Merdeka’ di HUT ke-73 RI

Delapan Narapidana di Solo ‘Merdeka’ di HUT ke-73 RI


Safrudin (kanan) bebas di hari peringatan kemerdekaan RI. Medcom.id/Pythag Kurniati

Solo: Kegembiraan terasa setelah upacara bendera HUT ke-73 Republik Indonesia (RI) di Rutan Klas IA Surakarta usai. Delapan orang narapidana saling mengucapkan salam perpisahan.

Delapan orang narapidana resmi bebas pada Jumat, 17 Agustus 2018 karena mendapat remisi bebas. Mereka dikembalikan ke keluarganya setelah dibina di rutan.

Senyum gembira tampak terpampang di wajah Safrudin Hidayat, 36, narapidana yang bebas. Warga Boyolali yang seharusnya bebas pada September 2018 bisa bertemu keluarga lebih cepat.

"Rasanya merdeka. Ingin cepat kembali ke rumah," kata Udin, panggilannya.

Udin dipenjara karena mencuri. Dia dihukum kurungan selama tujuh bulan dan mengaku kapok melanggar hukum.

"Sudah insaf. Di sini juga sudah banyak mendapatkan pembinaan rohani. Nanti mau buka toko saja di rumah," ujarnya.

Selain delapan orang tersebut, sebanyak 210 narapidan lainnya yang mendapat pengurangan masa tahanan. Potongan masa hukuman berkisar antara satu hingga tiga bulan.

Suasana kebinekaan kental terasa dalam upacara di Rutan Klas IA Surakarta pagi ini. Tampak para peserta mengenakan pakaian adat, mulai dari Aceh, Jawa, Madura, Bali, hingga Papua.

Baca juga  Salah Satu Petani Kopra Yang Menuntut Kenaikan Harga Kopra Patah Tulang Rusuk

Para peserta upacara berasal dari pegawai Rutan beserta warga binaannya, Balai Pemasyarakatan (Bapas), dan Rumah Penyitaan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) di Surakarta.

"Ini memang perintah dari atasan, karena dengan pakaian adat ini kita akan ingat bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya," kata Kepala Pengamanan Rutan Klas IA Surakarta, Urip Dharma Yoga.

Menariknya, beberapa warga binaan rutan turut andil sebagai petugas upacara. Misalnya sebagai pengibar bendera dan paduan suara.

"Ini juga sebagai bentuk pembinaan kepada para narapidana agar memiliki tanggung jawab dan rasa nasionalisme," kata dia.

  source: http://jateng.metrotvnews.com/peristiwa/nbw7xRRb-delapan-narapidana-di-solo-merdeka-di-hut-ke-73-ri

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Pasangan MARGUNA Samosir

Petani Samosir Sering Gagal Panen, MARGUNA: Kita Akan Bangun Embung untuk Pengairan

Jakarta-Kurang lebih 80% penduduk Kabupaten Samosir merupakan petani. Maka dari itu, petani harus kita sejahterakan …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: