Beranda > Nasional > Calon TKI Melarikan Diri, GMKI Kupang Laporkan Dugaan Human Trafficking ke Kepolisian
Pihak GMKI mendampingi CPMI selama proses pemeriksaan di Polresta dan Polda NTT

Calon TKI Melarikan Diri, GMKI Kupang Laporkan Dugaan Human Trafficking ke Kepolisian

Suaranesia.co – Kupang. Di imingi-imingi janji manis oleh PT Bukit Mayak Asri (PT BMA), dua orang calon TKI , Lapse Dorita Maramba Meha dan Orvin Tatu Rija melarikan diri pada Selasa malam. Kedua Calon TKI tersebut melarikan diri lalu dibawa ke sekretariat GMKI Kupang Student Centre GMKI Kupang yang beralamat di Jln. R. A.Kartini No 2 untuk pengamanan. (2/7/2019).

Ferdinan U. T. Hambadima, selaku Ketua Cabang GMKI Kupang mengatakan bahwa selama satu bulan calon TKI tersebut di tampung di kantor PT Bukit Mayak Asri (BMI) sering mengalami tekanan dari petugas lapangan, sehingga dua orang Calon TKI tersebut melarikan diri dengan memanjat pohon kelapa dan Pagar tembok dari lantai 2 kantor PT BMI.

“ mereka turun ke halaman kantor tersebut dan memanjat tembok pagar kantor, setelah itu mereka lari ke jalan raya dan menahan orang yang tidak mereka kenal yang sedang melintas menggunakan kendaraan motor dan mereka meminta tolong untuk mengantar mereka jauh dari kantor tersebut.” Ungkap Ferdinan.

Baca juga  Menristekdikti; Permenristekdikti No 55 Tahun 2018 OKP Boleh Masuk Kampus

Ferdinan juga mengatakan bahwa kejadian tersebut adalah kasus human trafficking, sebab pada proses tahapan yang dilakukan oleh PT BMA banyak unsur penipuan dan pemaksaan kepada calon TKI.

“mereka dilarang menggunakan HP dan seluruh HP mereka di sita, dilarang keluar dari penampungan, dilarang menemui keluarga dan jika ada keluarga yang ingin menemui mereka maka mereka harus mengusir keluarga mereka sendir, dan mereka diberikan makan seperti makanan kucing, laukpun hanya mendapatkan kuah dan sepotong ekor ikan, sayur kangkung.” Kata Ferdinan.

Pada tanggal 2 Juli 2019, Ferdinan bersama rekannya membawa kedua orang calon TKI tersebut ke Polres Kupang Kota untuk dilakukan pemeriksaan, lalu mengadukan hal tersebut ke Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH., MH

Pada pernyaataannya dalam konferensi pers, Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH., MH mengatakan, proses hukum selanjutnya akan dilakukan oleh pihak Ditreskrimum Polda NTT.

Baca juga  Sasar Pondok Pesantren dan Gereja Di Banten, GAMKI dan KNPI Harmonis Berikan Bantuan

“Karena poses perekrutan yang terjadi di Sumba Timur maka menjadi kewenangan atau domain penyelidikan dan penyidikannya harus dari lingkup Polda NTT maka kami sudah berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT,” katanya.

Setelah proses pengambilan keterangan, pihak Kepolisian Kupang melakukan penggeledahan di Kantor PT BM pada tanggal 3 dini hari. Dari penggeledahan, ditemukan 31 calon TKW yang pada umumnya akan ditempatkan ke Malaysia sebagai pekerja rumah tangga.

“dan melalui pemeriksaan intensif, kami dapati ada sebanyak 6 orang calon TKW yang data-data mereka sebagaimana terpampang di depan ini, tahun kelahirannya dirubah,” papar Iptu Bobby.

Selain itu, E-KTP mereka melalui juga diduga palsu karena telah diuji menggunakan alat kepolisian di Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Kupang Kota serta memiliki dokumen yang diduga telah dipalsukan perekrut lapangan.

“Kalau perekaman e-KTP sudah dilakukan maka akan muncul di alat kami. Akan tetapi tidak terdata, keenam ini tidak terdata,” kata Iptu Bobby.


Kronologi Kronologis Lengkap kasus Dugaan Sindikat Perdagangan Orang

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Angka Kematian Covid-19 Dari Daerah Tidak Realtime, Puskesra: Manajemen Pendataan Kasus Covid-19 Perlu Dievaluasi

Angka Kematian Covid-19 Dari Daerah Tidak Realtime, Puskesra: Manajemen Pendataan Kasus Covid-19 Perlu Dievaluasi

Suaranesia.co, Jakarta | Pusat Studi Kebijakan Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat (Puskesra) merespon kontroversi di tengah …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: