Beranda > Nasional > Bukti Alami Degradasi, Poster Aksi Mahasiswa Bertuliskan Kata-Kata Kotor Viral 

Bukti Alami Degradasi, Poster Aksi Mahasiswa Bertuliskan Kata-Kata Kotor Viral 

Suaranesia.co – Aksi demontrasi mahasiswa atas penolakan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di depan gedung DPR/MPR dalam dua hari ini, Selasa (24/09) berlangsung ricuh. Aksi demonstrasi dilakukan mahasiswa tidak hanya di Jakarta, akan tetapi juga di daerah-daerah.
Namun pada aksi yang digelar mahasiswa dari berbagai kampus, selasa (24/09) tadi, ada beberapa hal yang dianggap kontroversial oleh beberapa pihak. Salah satunya adalah poster-poster yang bertuliskan seruan-seruan yang kurang senonoh.
Agus Harta, mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Selatan, dalam keterangan tertulis, Rabu (25/09) mengatakan, beberapa poster tuntutan mahasiswa, sangat tidak pantas dan tidak mencerminkan kaum intelektual.
“Ada sesuatu (poster) yang kurang pantas dilihat dengan adanya kata-kata kotor, yang terpampang di poster-poster tuntutan mereka, tidak sepantasnya kaum intelektual menyatakan sikap dengan kata-kata jorok seperti itu dengan menyebutkan jenis kelamin laki-laki dan perempuan,” kata Agus Harta.
Poster Mahasiswa Demo.
Menurut pria yang menjabat Ketua Umum di HMI Cabang Jakarta Selatan pada periode 2011-2012 ini lebih lanjut, dalam keterangan tertulisnya menambahkan, isi dari tulisan di poster tersebut, mengisyaratkan bahwa seorang anak tidak mau diatur dan dilarang oleh orang tua.
“Kalimat itu tidak layak disebutkan oleh kaum intelektual seperti mahasiswa, contoh seperti tertulis dalam spanduk atau poster ‘selangkangan bukan urusan pemerintah’ ada banyak lagi lah, dan itu tersebar di group-group Whats App,” tambah Agus Harta.
Saya, kata Agus, sangat menyayangkan sekali, pada aksi mahasiswa kali ini, yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat. “Sangat menyayangkan dengan adanya atraksi poster yang tidak mencerminkan sebagai kaum terdidik, bagaimana jika poster-poster itu terpublikasi dan dilihat oleh anak-anak dibawah umur, silahkan pembaca menilainya.” Kata Agus.
Namun, saat ditanya Jurnalis oleh aksi mahasiswa itu, Agus menjelaskan, pihaknya mempersilahkan adanya aksi mahasiswa, namun harus dalam batas wajar.
“Kita boleh mengkritik dan menolak Rancangan Undang-Undang apa saja, yang memang sedang digulirkan di legislatif, dan RUU itu juga saat ini masih dalam proses pengesahan. Tapi gunakan dong dengan bahasa yang elegan.” Kata Agus.
“Pada dasarnya saya mensuport segala jenis gerakan mahasiswa. Namun perlu di evaluasi gerakan mahasiswa kekinian, apakah mereka hanya ikut-ikutan, atau memang aksi tersebut berdasarkan kajian yg mendalam, atau aksinya pesanan, dan itu hanya mereka yang tahu.” Kata Agus, mempertanyakan.
Aksi demontrasi mahasiswa menolak RKUHP dan revisi UU KPK serta RUU kontroversial ini sendiri, tidak hanya dilakukan Jakarta. Aksi serupa juga dilakukan di berbagai daerah, diantaranya di Yogyakarta, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bandung, Cirebon, Malang, Jombang, Makassar, dan Tanjungpinang. (Haji Merah).
Baca juga  Istana Minta Jaminan Soal Banjir,  Menteri PUPR Kebingungan 

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Komunitas Masyarakat Toraja Tangsel

Dukung Muhamad & Saraswati, Komunitas Masyarakat Toraja Tangsel: Keberagaman adalah Modal Utama Membangun Persatuan

Serpong – Komunitas Masyarakat Toraja yang berdomisili di Kota Tangerang Selatan berkumpul di Serpong, hari …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: