Beranda > Foto > Begini Tanggapan GAMKI, Soal Masih Banyak Rumah Ibadah Yang Disegel

Begini Tanggapan GAMKI, Soal Masih Banyak Rumah Ibadah Yang Disegel

Suaranesia.co – Meskipun menganut ideologi Pancasila, dalam prakteknya konflik vertikal maupun horizontal kerap terjadi, terutama dalam hal pembangunan rumah ibadah. Hal yang paling umum terjadi adalah konflik pendirian rumah ibadah seperti Gereja.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia, Willem Wandik menegaskan, saat ini berdasarkan hasil laporan masyarakat, di Indonesia masih ada banyak penyegelan Gereja dan itu terjadi di daerah-daerah

Sebagai negara yang berideologi Pancasila, kata Willem, tidak boleh ada satu pun warga negara yang menolak kehadiran rumah ibadah, apalagi menyegel

“Tidak boleh ada seorang warga negara di Republik ini, yang tidak dapat menjalankan keyakinan beragamanya, untuk mendirikan Gereja dan untuk menyembah atau memuliakan Tuhan di dalamnya.” Kata Willem.

Ketua Umum GAMKI itu juga menjelaskan, “Tidak dapat dibenarkan dalam negara Pancasila, apabila masih ditemukan ada Gereja atau rumah ibadat yang disegel oleh pemerintah daerah atau pun masyarakat yang tidak senang dengan kehadiran Gereja atau pun rumah ibadah lainnya.” Jelas Willem.

“Bahwa menyembah Tuhan di Gereja itu bukanlah perbuatan kriminal, melainkan bentuk ketundukan manusia kepada sang pencipta jagat raya.” Kata Willem.

Berdasarkan data redaksi yang dikutip dari tirto.id, jumlah rumah ibadahnya, masjid merupakan rumah ibadah yang paling banyak berdiri dengan jumlah mencapai 292.439 unit pada 2013. Jumlah ini terus meningkat setiap tahunnya. Data terakhir yang tercatat di Laporan Kementerian Agama tahun 2016, jumlah masjid sudah mencapai angka 296.797 unit. Angka tersebut belum mencakup langgar dan musala.Selain masjid, jumlah gereja Katolik di Indonesia juga mengalami peningkatan. Pada 2013, jumlahnya mencapai 7.907 unit dan meningkat menjadi 7.911 unit setahun setelahnya. Terakhir, pada 2016, jumlah gereja Katolik sudah mencapai 13.228 unit

Sementara itu, untuk gereja Kristen Protestan, jumlahnya malah mengalami penurunan. Tahun 2013, gereja Kristen di Indonesia jumlahnya mencapai 61.796 unit, turun menjadi 58.650 pada 2014. Angkanya kemudian terus mengalami penurunan. Pada 2016, jumlah gereja Kristen tercatat sebanyak 57.166 unit. (Haji Merah).

Baca juga  Jelang Natal, GAMKI: Pemerintah Harus Serius Tangani Intoleransi

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Angka Kematian Covid-19 Dari Daerah Tidak Realtime, Puskesra: Manajemen Pendataan Kasus Covid-19 Perlu Dievaluasi

Angka Kematian Covid-19 Dari Daerah Tidak Realtime, Puskesra: Manajemen Pendataan Kasus Covid-19 Perlu Dievaluasi

Suaranesia.co, Jakarta | Pusat Studi Kebijakan Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat (Puskesra) merespon kontroversi di tengah …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: