Beranda > Foto > Banjir Di Jabodetabek, PB NU Sebut Pejabat Teledor 

Banjir Di Jabodetabek, PB NU Sebut Pejabat Teledor 

SUARANESIA. CO – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj merasa prihatin dan berduka yang mendalam atas musibah banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) di awal tahun ini.
Menurut Said, bencana banjir tersebut terjadi karena adanya keteledoran manajemen mitigasi dan bencana dari pemerintah, sehingga tidak mampu mengantisipasi adanya banjir di ibukota.
“Kami menyimpulkan punya kesan bahwa manajemen kebencanaan tidak ada koordinasi dan tidak koordinasi dengan baik antar kementerian pemerintah pusat dan daerah,” kata Said Aqil di kantornya dalam acara “Refleksi dan Tausiyah Kebangsaan NU 2020” di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (02/01), Redaksi merilis, Jumat (03/01).
Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah terlihat kurang baik dalam menangani masalah banjir di Jakarta. Said menyimpulkan itu dari cara para pejabat terkait yang gugup dan cenderung kaget saat menangani musibah air bah.
“Jadi kalau kita lihat dari siaran pers pejabat yang terkait, kelihatan sekali tidak ada koordinasi, tidak ada konsolidasi antar sesama mereka. Ini merupakan kecerobohan dan keteledoran dari pejabat terkait dalam menangani dalam mengantisipasi musibah ini,” tambah Said.
Terlepas dari itu, Said menilai musibah banjir merupakan momentu, yang baik untuk saling introspeksi dan mendekatkan diri pada Allah.
“Jadikan pelajaran musibah ini kita semakin memperbaiki diri kita memperbanyak zikir. Zikir itu artinya ingat kepada Allah cara qolban wa lisanan, hati dan ucapan,” tandas Said. (HM)
Baca juga  Milenial Indonesia Dukung Indonesia Melek Digital

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Jokowi Saksikan Vaksinasi Massal di Rumah Ibadah, Termasuk Gereja Toraja Mamasa Sulbar

Mamuju Tengah – Program vaksinasi merdeka kerjasama POLRI dan Aminuddin Ma’ruf (Staf Khusus Presiden) telah …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: