Beranda > Foto > Banjir Bandang di Jabotabeka-Banten, Komisi V: Kinerja BMKG Meleset Jauh 

Banjir Bandang di Jabotabeka-Banten, Komisi V: Kinerja BMKG Meleset Jauh 

SUARANESIA. CO – Data prakiraan daerah potensi banjir dalam kurun waktu 10 hari bulan Januari 2020 yang dirilis Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di situs resminya dipertanyakan Komisi V DPR RI.
Sebab, data tersebut tak menyebutkan adanya potensi banjir besar di Jabodetabek. Bahkan DKI Jakarta dianggap aman dari banjir. Hal itu berbanding terbalik dengan fakta yang terjadi pada Selasa (31/12) hingga Rabu (1/1) yang terjadi hujan lebat berujung banjir.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS, Sigit Sosiantomi menyesalkan rendahnya akurasi BMKG dalam memprakirakan potensi banjir, hingga menyebabkan kurangnya antisipasi pemerintah dan warga.
“Kenapa akurasi BMKG tentang prakiraan daerah potensi rawan banjir meleset jauh seperti ini? Dalam rilis BMKG di website resminya, diperkirakan DKI Jakarta aman banjir pada dasarian I Januari 2020. Tapi, kenyataannya banjir besar,” kata Sigit dalam siaran pers yang diterima SUARANESIA. CO,  Jumat (03/01).
Selain itu, tidak berjalannya early warning system bencana banjir juga disesalkan Sigit. Sebab, karena itu banyak warga yang terjebak di rumahnya masing-masing dan mesti menunggu evakuasi dari petugas di lapangan.
“Ini bukan pertama kali terjadi. Tahun lalu BMKG juga melakukan kesalahan prediksi tsunami di Selat Sunda. Akibatnya banyak korban jiwa. Sebagai lembaga negara yang menyiapkan dan menganalisa data iklim seharusnya BKMG bisa membuat prediksi yang akurat terlebih kita berada di daerah bencana,” sesal Sigit.
“Bagaimana bisa mewujudkan BMKG berkelas dunia demi menuju Indonesia selamat dan menjadi rujukan masyarakat internasional kalau datanya saja sering tidak akurat,” kritik sigit dalam keterangan Persnya.
Seperti diketahui, daerah Jabodetabek mengalami banjir besar sejak Rabu dini hari. Ketinggian banjir di sejumlah pemukiman bahkan sampai atap rumah. Tak hanya merendam pemukiman, banjir di awal tahun 2020 ini juga merendam sejumlah jalan tol sehingga menyebabkan kemacetan parah.
Salah satu faktor penyebab banjir besar di sebagian wilayah Jabodetabek karena curah hujan yang sangat tinggi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mengutip data BMKG mengatakan, curah hujan kali ini di Jakarta menjadi yang tertinggi sejak tahun 1996. Titik hujan tertinggi ini ada di Jakarta Timur dengan curah hujan 377 mm/hari. Sementara curah hujan pada banjir besar tahun 1996 hanya berkisar 216 mm/hari. (HM)
Baca juga  5 Ide Merayakan Ulang tahun Anak Saat Pandemi, Unik dan Super Seru!

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

Rocker Fur Sheep Luncurkan Single Terbarunya Yang Berjudul Andrenaline

Bogor -Kancah musik cadas di Indonesia makin bergairah. Kali ini muncul sebuah grup band yang …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: