Beranda > Bisnis > Bahas Ekonomi Kreatif dan Digital, DPP GAMKI Gelar Webinar

Bahas Ekonomi Kreatif dan Digital, DPP GAMKI Gelar Webinar

SUARANESIA.CO- Berturut-turut selama 2 hari (6-7/08), Dewan Pimpinan Pusat GAMKI (DPP GAMKI) menggelar kegiatan webinar interaktif dalam program Ngobrol Kreatif yang diinisiasi oleh Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital. Dimulai dari topik tentang Digitalisasi Desa dan di hari kedua webinar tentang topik Lokalisasi Pariwisata.

Webinar Series dilakukan menggunakan aplikasi Zoom dan ditonton dari Kanal YouTube Ngobrol Kreatif. Adapun narasumber di webinar perdana adalah Syamsu Panna. Ia adalah inisiator desa digital pertama di Indonesia yang tepatnya ada di Desa Lamahu, Provinsi Gorontalo. Syamsu Panna menjelaskan desa digital Lamahu dimulai pada pertengahan tahun 2016.

“Pada waktu itu Kepala Desa Lamahu Hasan Hasiru menyampaikan maraknya kasus kriminalitas (pencurian ternak) dan beberapa lokasi rumah masyarakat yang belum terakses listrik. Jadi untuk mampu menerangi rumah dan mengontrol aktivitas untuk mengurangi tindakan kriminalitas maka kita merencanakan untuk memasang CCTV di jalanan. Penggunaan menggunakan kabel LAN dan listrik serta pemasangan Wifi,” kata Syam panggilan akrab dari Syamsu Panna.

Hingga kini, Desa Digital Lamahu telah memiliki Command Center yang memantau aktivitas masyarakat Desa Lamahu. Hadir juga narasumber kedua dan ketiga pada webinar perdana itu adalah Rahmat Ramadhan (Pendiri Lokalx) dan Evander Nathanael (CEO Oneness Design).

Kedua narasumber terakhir berbicara dari perspektif yang berbeda dengan narasumber pertama, sesuai dengan latar belakang mereka masing-masing. Pengalaman Rahmat Ramadhan dalam membangun bisnis berbagi pengalaman berwisata di kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa di desa Banjar daerah Banyuwangi memiliki potensi yang dikelola.

Sehingga perannya menghubungkan warga lokal dengan pendatang untuk berperan serta dalam memberdayakan warga lokal. Terakhir, Evander Nathanael berbicara dari perspektif arsitektur tentang konsep desa yang berkelanjutan dan mandiri.

Potensi Wisatawan Lokal

Di hari kedua, topik webinar berikutnya adalah tentang lokalisasi pariwisata. “Salah satu topik yang kami hadirkan di putaran pertama program Ngobrol Kreatif tidak akan jauh dari kondisi pandemi seperti sekarang. Salah satunya tentang wisata yang merupakan salah satu potensi penyumbang pendapatan terbesar di Indonesia”, kata James Leonard yang menjadi Tuan Rumah Ngobrol Kreatif.

Kegiatan yang berlangsung dari jam 2 siang ini dihadiri oleh narasumber seperti M. Y. Bramuda (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi), Titi Susilowati Prabawa (Dosen Program Magister dan Dekan Fakultas Interdisiplin UKSW), Aldi Herindra Lasso (Ketua Program Studi Destinasi Pariwisata Fakultas Interdisiplin UKSW), Agustin Peranginangin (Direktur Destinasi Pariwisata Badan Otorita Borobudur), dan Gita Anastasia (CEO Kitong Bisa Raja Ampat).

Dimulai dari sambutan oleh Sahat M. P. Sinurat selaku Sekretaris Umum DPP GAMKI dan Suryasatriya Trihandaru sebagai Pembantu Rektor V Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat mewakili Universitas Kristen Satya Wacana, Titi Susilowati mengawali webinar dengan memaparkan materi terkait tata kelola pariwisata pasca covid 19.

“Dampak covid-19 menyebabkan tingkat kunjungan wisatawan mengalami penurunan 20 hingga 30%, penurunan tersebut setara dengan kerugian 30 hingga 50 juta dollar AS. Usaha kecil dan menengah yang merupakan 80% dari komponen usaha di sektor pariwisata terdampak dengan sangat signifikan (WTO,2020). Di sisi lain, banyak juga pekerja hotel dan pekerja lain yang menggantungkan diri dari pendapatan pariwisata harus dirumahkan. Di Bali misalnya Sebagian besar pekerja pariwisata harus kembali ke desa untuk menjadi petani atau nelayan (NY Times, Juli 2020)” kata Titi.

M. Y. Bramuda menyampaikan strategi yang dilakukan pemerintah Kabupaten Banyuwangi selama masa pandemi bagi sektor pariwisata. Adapun kebijakan dan peraturan yang dibuat dilandaskan dengan diterbitkan peraturan bupati (PERBUP) 39 Tahun 2020 tentang pedoman tata kehidupan baru (new normal). Apabila masyarakat melanggar peraturan tersebut, maka akan diberikan sanksi dengan mencabut KTP atau mencabut izinnya.

“Saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah aksesibilitas dan recovery yang diciptakan oleh pemimpin. Oleh karena itu kami mengadakan penelitian, sosialisasi, simulasi dijalankan, dan SOP diberlakukan. Kabupaten Banyuwangi menciptakan teknologi sambut new normal pariwisata untuk pengaturan kapasitas destinasi via online. Wisatawan beli tiket otomatis tertolak jika kapasitas destinasi terpenuhi sesuai protokol jaga jarak”, kata Bram sapaan akrab Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.

Ngobrol Kreatif adalah program Webinar Series, yang diinisiasi oleh Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia. Sebagai program edukatif yang memberi pencerahan sekaligus gagasan di industri kreatif dan digital, setelah disiarkan secara langsung juga masih dapat ditonton dari Kanal YouTube Ngobrol Kreatif atau didengarkan di halaman Spotify Ngobrol Kreatif. (Haji Merah

Baca juga  Ingin Lapor KPK Soal Dugaan Korupsi Kartu Prakerja, Berkas Laporan AIRIN Disita Preman 

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

PW SEMMI Jakarta Rapat Kerja Bawa Harapan Baru Kejayaan Islam

Jakarta- Gerakan mahasiswa sayap bawah Syarikat Islam (SI) ,Pengurus Wilayah SEMMI (Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia) …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: