Beranda > Bisnis > Arab Saudi Pangkas Produksi Minyak di Juli 2018

Arab Saudi Pangkas Produksi Minyak di Juli 2018


Ilustrasi (FOTO: AFP)

Riyadh: Produksi minyak negara anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) tercatat meningkat lebih tinggi pada Juli 2018. Namun, pemangkasan produksi oleh Arab Saudi memberikan beban terhadap produksi minyak dari 15 anggota OPEC hanya satu bulan setelah setuju untuk mulai memompa lebih banyak minyak mentah.

Saudi kembali menekan pengeboran bulan lalu setelah setuju dengan OPEC, Rusia, dan beberapa produsen lain untuk menempatkan lebih banyak barel di pasar. Saudi sedang menghadapi tekanan dari negara-negara pengonsumsi minyak besar seperti Tiongkok, dan India, serta administrasi Trump, untuk meredam harga minyak jelang perpanjangan sanksi AS terhadap Iran.

Presiden AS Donald Trump memiliki tujuan untuk memotong ekspor minyak Iran ke nol pada November, kebijakan yang mengancam stabilitas pasar minyak dunia dan berpotensi meningkatkan harga minyak jika OPEC dan Rusia tidak dapat mengisi kekosongan tersebut mengingat Iran merupakan produksi minyak terbesar ketiga di OPEC.

Adapun negara anggota OPEC memutuskan untuk membatasi produksinya sejak Januari 2017 untuk menekan kelebihan pasokan, tetapi telah mengurangi kebijakan tersebut sejalan dengan adanya sanksi Iran oleh Amerika Serikat, dan penurunan produksi di tempat-tempat seperti Venezuela dan Angola.

Baca juga  Aktivis Lingkungan Desak Pemkab Sukabumi Evaluasi Pengajuan Izin Taipan Ho Hariaty

"Dibandingkan dengan satu tahun sebelumnya, telah ada peningkatan menyeluruh dalam harga minyak mentah pada 2018. Pada saat yang sama, harga produk umumnya mengikuti lonjakan harga minyak mentah," kata OPEC dalam laporan bulanannya, seperti dilansir dari CNBC, Jumat, 17 Agustus 2018.

Di sisi lain, laporan terbaru OPEC menunjukkan perbedaan yang signifikan antara angka produksi Juli yang disediakan Arab Saudi dan data yang dikumpulkan oleh sumber independen. Sementara kerajaan mengaku memotong produksi sekitar 200 ribu barel per hari, rata-rata perkiraan dari beberapa sumber luar menempatkan penurunan hampir 53 ribu bpd.

Arab Saudi telah mengirimkan setoran sebelum rilis laporan tersebut. Namun, S&P Global Platts dan Administrasi Informasi Energi AS memperkirakan Saudi benar-benar menaikkan produksi minyak menjadi 10,6 juta bpd pada Juli, The Wall Street Journal melaporkan pekan lalu.

Para analis menyebut Arab Saudi sedang mencoba untuk menjaga harga minyak berada di sekitar USD80 per barel, dan penurunan produksi Saudi cenderung meningkatkan harga. Minyak mentah AS berakhir pekan lalu di bawah USD68, sementara patokan internasional minyak mentah Brent menetap di bawah USD73.

Baca juga  Mengenal Jenis Obligasi

  source: http://ekonomi.metrotvnews.com/globals/zNAwB18k-arab-saudi-pangkas-produksi-minyak-di-juli-2018

Tentang Suara Nesia

Kritis Mencerdaskan Bangsa

Lihat Juga

UMKM Pandayan Gali Potensi Ekonomi di Pandeglang Bersama OPD Kab. Pandeglang

PANDEGLANG- Organisasi UMKM Pandaya laksanakan silaturahmi dengan mengelar diskusi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kab. …

Tinggalkan Balasan

SuaraNesia.co
%d blogger menyukai ini: